Peresmian Dua atau Tiga PLBN Diharapkan Sebelum Oktober 2019

Peresmian Dua atau Tiga PLBN Diharapkan Sebelum Oktober 2019
Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw di Jayapura, Papua. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / WM Rabu, 8 Mei 2019 | 22:07 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Empat Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dibangun pada 2019. Sebelum Oktober 2019, Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Tjahjo Kumolo berharap, ada dua atau tiga PLBN yang diresmikan.

“Dari target 11 PLBN, tahun ini sedang dibangun empat PLBN. Kami berharap setidaknya dua atau tiga PLBN sudah bisa diresmikan sebelum Oktober 2019,” kata Tjahjo yang juga menteri dalam negeri (mendagri), di Kantor BNPP, Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Pembangunan 11 PLBN merupakan amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1/2019 tentang Percepatan Pembangunan 11 PLBN Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan. Pembangunan dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Empat PLBN prioritas 2019 yakni Jagoi Babang di Bengkayang, Kalimantan Barat, di Sota, Papua, dan Sei Pancang Sebatik dan Long Midang di Nunukan, Kalimantan Utara. Tjahjo menyatakan, aset-aset yang sudah diserahkan kepada BNPP nantinya harus dikelola dengan baik.

“Bagaimana menjadikan daerah perbatasan itu sebagai daerah yang mandiri. Daerah yang bisa ditumbuh. Baik investasinya maupun pariwisatanya. Kemudian juga perdagangannya. Apalagi ini perbatasan, harus mampu menarik minat warga negara tetangga datang. Membeli sesuatu,” ujar Tjahjo.

Di sisi lain, Tjahjo menyatakan, perbatasan tidak dilihat dari aspek ekonomi saja, tapi juga secara pertahanan, dan keamanan. Seluruhnya harus terpadu. Misalnya mencegah masuknya warga negara asing dengan maksud kejahatan. “Makanya dari imigrasi diperkuat, bea cukai diperkuat,” ucap Tjahjo



Sumber: Suara Pembaruan