Jadi Tersangka TPPU, Bachtiar Nasir Dicekal
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 478 (-2)   |   COMPOSITE 5970 (-24)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1399 (0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-1)   |   IDX30 472 (-2)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1238 (-9)   |   IDXBUMN20 362 (-2)   |   IDXCYCLIC 737 (-3)   |   IDXENERGY 740 (3)   |   IDXESGL 129 (-0)   |   IDXFINANCE 1333 (-6)   |   IDXG30 133 (-0)   |   IDXHEALTH 1280 (3)   |   IDXHIDIV20 418 (-2)   |   IDXINDUST 960 (-5)   |   IDXINFRA 873 (-4)   |   IDXMESBUMN 103 (-0)   |   IDXNONCYC 731 (-1)   |   IDXPROPERT 875 (-2)   |   IDXQ30 135 (-0)   |   IDXSMC-COM 281 (-0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (-1)   |   IDXTECHNO 3345 (-54)   |   IDXTRANS 1045 (-3)   |   IDXV30 126 (-0)   |   INFOBANK15 959 (-5)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 407 (-1)   |   ISSI 175 (-0)   |   JII 573 (-2)   |   JII70 204 (-1)   |   KOMPAS100 1132 (-6)   |   LQ45 888 (-4)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1591 (-7)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 302 (-1)   |   PEFINDO25 291 (0)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 341 (-1)   |   TRADE 872 (0)   |  

Jadi Tersangka TPPU, Bachtiar Nasir Dicekal

Kamis, 9 Mei 2019 | 09:48 WIB
Oleh : Farouk Arnaz / WBP

Jakarta, Beritasatu.com — Mabes Polri mencekal mantan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Bachtiar Nasir yang telah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Ya betul (dicekal). Surat permohonannya sedang jalan,” kata Karo Penmas Brigjen Dedi Prasetyo saat dihubung Beritasatu.com di Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Nasir akan kembali dipanggil untuk ketiga kalinya pada Selasa (14/5/2019) pekan depan setelah tidak muncul pada Rabu (8/5/2019) dengan alasan sudah punya agenda lain. Jika tidak muncul pada panggilan ketiga, penyidik akan menjemput paksa tersangka untuk diperiksa. Selain Nasir, dalam kasus ini, ada tersangka lain yaitu Adnin Armas (AA) dan IA. “Besok Selasa sifatnya panggilan ketiga, kalau (Nasir) tidak hadir ya dijemput,” tegas Dedi Prasetyo.

Menurut Dedi Prasetyo, kasus ini terkait pengalihan harta Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS) yang didirikan sejak 2014 dengan tujuan mengumpulkan uang masyarakat untuk kepentingan agama, sosial, dan kemasyarakatan.

Dalam yayasan—sesuai UU-ada organ dan harta yayasan. Organ mencakup pembina dan pengurus yang terdiri dari Ketua Umum Adnin Armas, Sekretaris Tri, Bendahara Suwono dan di bawahnya ada pengawas Moein Hidayat. Semua organ yayasan telah dimintai keterangan.

Sesuai UU Yayasan, seluruh pengelolaan harta yayasan harus seizin organ yayasan dan tidak boleh berdiri sendiri. Faktanya Adnin memberikan surat kuasa kepada Nasir membuka rekening atas nama yayasan untuk mengumpulkan uang dari masyarakat. “Lalu terkumpu uang dari masyarakat dimana organ lain tidak tahu. Ini di by pass oleh ketua umum, makanya AA dijadikan tersangka Pasal 372, 374 KUHP serta UU Yayasan,” urai Dedi Prasetyo.

Saat dana terkumpul, Nasir mengambil uang tersebut dengan menyuruh staf berinisial M yang juga sudah diperiksa sebagai saksi. M mengambil uang di rekening yayasan pada 2017. Saat itu terkumpul sekitar Rp 2,139 miliar.

Jadi ada dua rekening. Pertama rekening yayasan yang dijadikan penampung dana masyarakat. Lalu rekening baru—juga atas nama yayasan—untuk mengalihkan dana. Namun rekening baru ini tanpa sepengetahuan yayasan.

Maka diambilah Rp 2,1 miliar di sebuah bank syariah oleh M. Di bank tersebut sebenarnya ada aturan, kalau penarikan di atas Rp 1 miliar, wajib diambil di tempat rekening asal dibuka. Tidak boleh mengambil di cabang lain.

Di sinilah ada peran IA, mantan pegawai bank, yang mempermulus pencairan tersebut. IA tidak taat standar operasional prosedur (SOP) sesuai UU Bank Syariah. IA yang juga jadi tersangka, lalu menyerahkan uang itu kepada M yang tugasnya hanya membayar semua kebutuhan Nasir.

Atas dasar itu, Nasir selain dikenakan Pasal 372, juga pasal pencucian uang. Polisi telah memeriksa saksi ahli yayasan dan saksi ahli pidana.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Harga Bawang Putih di Bengkulu Terus Bergerak Turun

Jika Selasa (7/5) lalu masih dikisaran Rp 60.000 dari semula Rp 125.000/kg, kini turun lagi menjadi Rp 50.000/kg.

NASIONAL | 9 Mei 2019

Penasihat Hukum Ratna Akan Hadirkan Psikiater Sebagai Saksi

Penasihat hukum terdakwa Ratna Sarumpaet, berencana menghadirkan dua ahli dan satu saksi untuk memberikan keterangan dalam sidang lanjutan.

NASIONAL | 9 Mei 2019

MK Tolak Gugatan Uji Materi UU Jasa Konstruksi

MK tolak uji materi UU Jasa Konstruksi.

NASIONAL | 9 Mei 2019

Hari Ini, Presiden Buka Musrenbangnas 2019

Presiden Jokowi juga akan mendengarkan pemaparan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro tentang pelaksanaan Musrenbangnas.

NASIONAL | 9 Mei 2019

Bahan Peledak Ditemukan di Toko Ponsel Bekasi

Ruko itu disewa dua pria, yang satu sudah diamankan polisi.

NASIONAL | 9 Mei 2019

Ini Kesaksian Pemilik Toko yang Dikontrak Terduga Teroris di Bekasi

Kedua orang tersebut bukan merupakan warga Kota Bekasi.

NASIONAL | 9 Mei 2019

Penemuan Bahan Peledak, Penyewa Ruko Dikenal Agamis

Ruko itu bernama "Wanky", singkatan dari Ridwan dan Eky, dua penyewa yang berurusan dengan polisi.

NASIONAL | 9 Mei 2019

Kemkominfo Punya Peran Sentral Tangani Pencegahan Penyebaran Radikalisme

Kemkominfo bersama dengan BNPT akan terus berjalan bersama.

NASIONAL | 9 Mei 2019

Bambang Soesatyo Apresiasi Wacana Pemindahan Ibu Kota

Menurut Ketua DPR Bambang Soesatyo pemindahan Ibu Kota sangat positif sebagai sarana pertumbuhan perekonomian bangsa.

NASIONAL | 8 Mei 2019

Peresmian Dua atau Tiga PLBN Diharapkan Sebelum Oktober 2019

Empat Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dibangun pada 2019.

NASIONAL | 8 Mei 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS