Suap Pejabat Kempupera, Satu Keluarga Dituntut 4 Tahun Penjara
Logo BeritaSatu

Suap Pejabat Kempupera, Satu Keluarga Dituntut 4 Tahun Penjara

Kamis, 9 Mei 2019 | 10:40 WIB
Oleh : Fana Suparman / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut empat petinggi PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) dan PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP) untuk dihukum empat tahun pidana penjara. Jaksa meyakini Budi Suharto selaku Dirut PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE); Lily Sundarsih selaku Direktur PT WKE; Direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP), Irene Irma, dan Direktur PT TSP, Yuliana Enganita Dibyo terbukti menyuap pejabat Kementeriaan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) untuk menggarap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di sejumlah daerah.

Tak hanya pidana penjara, Jaksa juga menuntut Lily, Irene dan Yuliana membayar denda Rp 200 juta subsider 4 bulan kurungan, sedangkan terhadap Budi, Jaksa menuntutnya membayar denda Rp 200 juta subsider 4 bulan kurungan.

"Kami menuntut supaya majelis hakim menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata jaksa I Wayan Riyana saat membacakan tuntutan terhadap keempat terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Budi, Lily dan Irene diketahui masih memiliki hubungan kekeluargaan. Budi dan Lily merupakan pasangan suami istri, dan Irene anak pasangan tersebut. Sementara PT WKE dan PT TSP sendiri diketahui dimiliki oleh orang yang sama.

Jaksa menyakini keempat terdakwa terbukti menyuap empat pejabat Kempupera dengan total Rp 4,1 miliar, US$ 38.000 dan Sin$ 23.000. Empat pejabat Kempupera yang diduga menerima uang suap yakni, Kepala Satuan Kerja sistem penyediaan air minum (SPAM) Strategis Lampung Anggiat Partunggul Nahat Simaremare.

Anggiat diduga menerima Rp 1,3 miliar dan US$ 5.000, pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah sebesar Rp 1,4 miliar dan Sin$ 23.000; Kasatker SPAM Darurat Teuku Moch Nazar sebesar Rp 1,2 miliar dan US$ 33.000, sedangkan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin sebesar diduga menerima suap Rp 150 juta.

Suap tersebut diduga diberikan Budi bersama anak dan istrinya agar para pejabat Kempupera tidak mempersulit pengawasan proyek. Dengan demikian, pencairan anggaran kegiatan proyek di lingkungan Satuan Kerja PSPAM Strategis dan Satuan Kerja Tanggap Darurat Permukiman Pusat Direktorat Cipta Karya Kempupera dapat dilakukan dengan lancar.

Jaksa KPK juga menolak Justice Collabolator (JC) yang diajukan keempat terdakwa. Jaksa menilai, para terdakwa dalam perkara ini ada pelaku aktif selaku pemberi suap. Sementara, dalam aturan mengenai justice collaborator atau saksi pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum mensyaratkan pemohon JC bukan sebagai pelaku utama dalam tindak pidana.

"Kami berpendapat bahwa permohonan tersebut tidak dapat dikabulkan, dengan pertimbangan syarat-syarat untuk dapat ditetapkan sebagai justice collaborator tidak terpenuhi," kata jaksa Tri Anggoro Mukti.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jadi Tersangka TPPU, Bachtiar Nasir Dicekal

Jika tidak muncul pada panggilan ketiga, penyidik akan menjemput paksa.

NASIONAL | 9 Mei 2019

Harga Bawang Putih di Bengkulu Terus Bergerak Turun

Jika Selasa (7/5) lalu masih dikisaran Rp 60.000 dari semula Rp 125.000/kg, kini turun lagi menjadi Rp 50.000/kg.

NASIONAL | 9 Mei 2019

Penasihat Hukum Ratna Akan Hadirkan Psikiater Sebagai Saksi

Penasihat hukum terdakwa Ratna Sarumpaet, berencana menghadirkan dua ahli dan satu saksi untuk memberikan keterangan dalam sidang lanjutan.

NASIONAL | 9 Mei 2019

MK Tolak Gugatan Uji Materi UU Jasa Konstruksi

MK tolak uji materi UU Jasa Konstruksi.

NASIONAL | 9 Mei 2019

Hari Ini, Presiden Buka Musrenbangnas 2019

Presiden Jokowi juga akan mendengarkan pemaparan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro tentang pelaksanaan Musrenbangnas.

NASIONAL | 9 Mei 2019

Bahan Peledak Ditemukan di Toko Ponsel Bekasi

Ruko itu disewa dua pria, yang satu sudah diamankan polisi.

NASIONAL | 9 Mei 2019

Ini Kesaksian Pemilik Toko yang Dikontrak Terduga Teroris di Bekasi

Kedua orang tersebut bukan merupakan warga Kota Bekasi.

NASIONAL | 9 Mei 2019

Penemuan Bahan Peledak, Penyewa Ruko Dikenal Agamis

Ruko itu bernama "Wanky", singkatan dari Ridwan dan Eky, dua penyewa yang berurusan dengan polisi.

NASIONAL | 9 Mei 2019

Kemkominfo Punya Peran Sentral Tangani Pencegahan Penyebaran Radikalisme

Kemkominfo bersama dengan BNPT akan terus berjalan bersama.

NASIONAL | 9 Mei 2019

Bambang Soesatyo Apresiasi Wacana Pemindahan Ibu Kota

Menurut Ketua DPR Bambang Soesatyo pemindahan Ibu Kota sangat positif sebagai sarana pertumbuhan perekonomian bangsa.

NASIONAL | 8 Mei 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS