KPK Periksa Perdana Wali Kota Tasikmalaya Sebagai Tersangka Suap
Logo BeritaSatu

KPK Periksa Perdana Wali Kota Tasikmalaya Sebagai Tersangka Suap

Kamis, 9 Mei 2019 | 10:52 WIB
Oleh : Fana Suparman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Tasikmalaya tahun anggaran 2018, Kamis (9/5/2019). Pemeriksaan ini akan menjadi pemeriksaan perdana bagi Budi setelah ditetapkan KPK sebagai tersangka pada pertengahan April lalu.

"BBD (Budi Budiman) akan diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan DAK," kata Jubir KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (9/5/2019).

Diketahui, KPK menetapkan Budi Budiman sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan DAK Tasikmalaya tahun anggaran 2018. Kasus yang menjerat Budi Budiman ini merupakan pengembangan dari kasus dugaan suap pengurusan dana perimbangan daerah yang telah menjerat anggota Komisi XI dari Fraksi Demokrat Amin Santono; Kasie Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemkeu), Yaya Purnomo; konsultan dan perantara suap Eka Kamaludin; serta pengusaha Ahmad Ghiast.

Dalam kasus ini, Budi Budiman diduga memberikan suap kepada Yaya dan kawan-kawan sebesar Rp 400 juta dalam dua tahap. Suap tersebut diberikan Budi terkait pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kota Tasikmalaya.

Kasus ini bermula sekitar awal tahun 2017 saat Budi bertemu dengan Yaya untuk membahas alokasi DAK Kota Tasikmalaya. Dalam pertemuan itu, Yaya menawarkan bantuan untuk mengurus DAK Tasikmalaya dan Budi bersedia memberikan fee atas bantuan Yaya tersebut. Pada Mei 2017, Budi mengajukan usulan DAK untuk Kota Tasikmalaya tahun anggaran 2018 kepada Kementerian Keuangan. Beberapa bidang yang diajukan dalam usulan tersebut adalah jalan, irigasi, dan rumah sakit rujukan.

Pada Juli 2017, Budi kembali bertemu dengan Yaya di Kemkeu. Dalam pertemuan itu, Budi memberikan Rp 200 juta kepada Yaya. Pada Oktober 2017, dalam APBN 2018, Kota Tasikmalaya mendapat alokasi DAK dengan total Rp 124,38 miliar. Selanjutnya pada 3 April 2018, Budi kembali memberikan uang Rp 200 juta kepada Yaya Purnomo.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Budi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Suap Pejabat Kempupera, Satu Keluarga Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat petinggi PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) dan PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP) Budi, Lily dan Irene diketahui masih memiliki hubungan kekeluargaan

NASIONAL | 9 Mei 2019

Jadi Tersangka TPPU, Bachtiar Nasir Dicekal

Jika tidak muncul pada panggilan ketiga, penyidik akan menjemput paksa.

NASIONAL | 9 Mei 2019

Harga Bawang Putih di Bengkulu Terus Bergerak Turun

Jika Selasa (7/5) lalu masih dikisaran Rp 60.000 dari semula Rp 125.000/kg, kini turun lagi menjadi Rp 50.000/kg.

NASIONAL | 9 Mei 2019

Penasihat Hukum Ratna Akan Hadirkan Psikiater Sebagai Saksi

Penasihat hukum terdakwa Ratna Sarumpaet, berencana menghadirkan dua ahli dan satu saksi untuk memberikan keterangan dalam sidang lanjutan.

NASIONAL | 9 Mei 2019

MK Tolak Gugatan Uji Materi UU Jasa Konstruksi

MK tolak uji materi UU Jasa Konstruksi.

NASIONAL | 9 Mei 2019

Hari Ini, Presiden Buka Musrenbangnas 2019

Presiden Jokowi juga akan mendengarkan pemaparan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro tentang pelaksanaan Musrenbangnas.

NASIONAL | 9 Mei 2019

Bahan Peledak Ditemukan di Toko Ponsel Bekasi

Ruko itu disewa dua pria, yang satu sudah diamankan polisi.

NASIONAL | 9 Mei 2019

Ini Kesaksian Pemilik Toko yang Dikontrak Terduga Teroris di Bekasi

Kedua orang tersebut bukan merupakan warga Kota Bekasi.

NASIONAL | 9 Mei 2019

Penemuan Bahan Peledak, Penyewa Ruko Dikenal Agamis

Ruko itu bernama "Wanky", singkatan dari Ridwan dan Eky, dua penyewa yang berurusan dengan polisi.

NASIONAL | 9 Mei 2019

Kemkominfo Punya Peran Sentral Tangani Pencegahan Penyebaran Radikalisme

Kemkominfo bersama dengan BNPT akan terus berjalan bersama.

NASIONAL | 9 Mei 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS