Kasus Suap PLTU Riau-1, KPK Periksa Direktur Keuangan PT PJBI
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.47 (1.05)   |   COMPOSITE 6359.21 (17.55)   |   DBX 1342.2 (24.26)   |   I-GRADE 184.288 (0.11)   |   IDX30 516.126 (0.48)   |   IDX80 138.807 (-0.08)   |   IDXBUMN20 408.536 (-3.29)   |   IDXESGL 142.044 (0.1)   |   IDXG30 145.076 (0.68)   |   IDXHIDIV20 455.222 (0.52)   |   IDXQ30 147.857 (0.41)   |   IDXSMC-COM 298.089 (2.63)   |   IDXSMC-LIQ 362.717 (0.35)   |   IDXV30 136.649 (-0.61)   |   INFOBANK15 1071.96 (2.67)   |   Investor33 444.599 (0.34)   |   ISSI 184.85 (-0.65)   |   JII 633.797 (-1.86)   |   JII70 223.435 (-0.82)   |   KOMPAS100 1241.07 (-1.22)   |   LQ45 967.658 (0.56)   |   MBX 1728.33 (0.25)   |   MNC36 329.04 (0.52)   |   PEFINDO25 326.697 (1.93)   |   SMInfra18 315.108 (-1.3)   |   SRI-KEHATI 378.138 (0.23)   |  

Kasus Suap PLTU Riau-1, KPK Periksa Direktur Keuangan PT PJBI

Kamis, 9 Mei 2019 | 10:57 WIB
Oleh : Fana Suparman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa Direktur Keuangan PT. Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PT. PJBI) Amir Faisal, Kamis (9/5/2019). Amir bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap PLTU Riau-1 yang menjerat Dirut nonaktif PT PLN Sofyan Basir.

"Yang bersangkutan (Amir Faisal) akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SFB (Sofyan Basir)," kata Jubir KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi.

Selain Amir Faisal, penyidik lembaga antirasuah juga akan memeriksa anggota DPR Fraksi Golkar Hawafie Saleh dan Direktur PT One Connect Indonesia Herwin Tanuwidjaja. Belum diketahui secara pasti kaitan Hawafir dan Herwin terkait kasus ini. Yang pasti, keduanya diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Sofyan Basir. "Keduanya juga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SFB," kata Febri Diansyah.

Dalam kasus ini, Sofyan diduga bersama-sama atau membantu mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar Eni Maulani Saragih dan mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham menerima suap dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited Johannes B. Kotjo terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. KPK menduga Sofyan dijanjikan mendapat fee yang sama besar dengan Eni dan Idrus Marham.

Keterlibatan Sofyan dalam kasus ini bermula pada Oktober 2015. Saat itu Direktur PT Samantaka Batubara mengirimkan surat pada PT PLN (Persero) yang pada pokoknya memohon pada PLN agar memasukan proyek dimaksud ke dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN. Namun, tak ada tanggapan hingga akhirnya Johannes Kotjo mencari bantuan agar diberikan jalan untuk berkoordinasi dengan PLN untuk mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang Riau-1. Diduga telah terjadi sejumlah pertemuan yang dihadiri oleh Sofyan, Eni dan Kotjo untuk membahas proyek senilai US$900 juta tersebut.

Setelah sejumlah pertemuan, ada 2016, Sofyan lantas menunjuk Johannes untuk mengerjakan proyek di Riau-1 karena untuk PLTU di Jawa sudah penuh dan sudah ada kandidat. Padahal, saat itu belum terbit Peraturan Presiden Nomor 4 tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan yang menugaskan PT PLN menyelenggarakan Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan (PIK). Kemudian, PLTU Riau-1 dengan kapasitas 2x300 MW masuk dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN. Johannes pun meminta anak buahnya siap-siap karena sudah dipastikan Riau-I milik PT Samantaka. Selanjutnya, Sofyan diduga menyuruh salah satu Direktur PT PLN agar PPA antara PLN dengan Blackgold Natural Resources Limited dan CHEC segera direalisasikan.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

KPK Periksa Perdana Wali Kota Tasikmalaya Sebagai Tersangka Suap

Terkait kasus dugaan suap pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Tasikmalaya tahun anggaran 2018.

NASIONAL | 9 Mei 2019

Suap Pejabat Kempupera, Satu Keluarga Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat petinggi PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) dan PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP) Budi, Lily dan Irene diketahui masih memiliki hubungan kekeluargaan

NASIONAL | 9 Mei 2019

Jadi Tersangka TPPU, Bachtiar Nasir Dicekal

Jika tidak muncul pada panggilan ketiga, penyidik akan menjemput paksa.

NASIONAL | 9 Mei 2019

Harga Bawang Putih di Bengkulu Terus Bergerak Turun

Jika Selasa (7/5) lalu masih dikisaran Rp 60.000 dari semula Rp 125.000/kg, kini turun lagi menjadi Rp 50.000/kg.

NASIONAL | 9 Mei 2019

Penasihat Hukum Ratna Akan Hadirkan Psikiater Sebagai Saksi

Penasihat hukum terdakwa Ratna Sarumpaet, berencana menghadirkan dua ahli dan satu saksi untuk memberikan keterangan dalam sidang lanjutan.

NASIONAL | 9 Mei 2019

MK Tolak Gugatan Uji Materi UU Jasa Konstruksi

MK tolak uji materi UU Jasa Konstruksi.

NASIONAL | 9 Mei 2019

Hari Ini, Presiden Buka Musrenbangnas 2019

Presiden Jokowi juga akan mendengarkan pemaparan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro tentang pelaksanaan Musrenbangnas.

NASIONAL | 9 Mei 2019

Bahan Peledak Ditemukan di Toko Ponsel Bekasi

Ruko itu disewa dua pria, yang satu sudah diamankan polisi.

NASIONAL | 9 Mei 2019

Ini Kesaksian Pemilik Toko yang Dikontrak Terduga Teroris di Bekasi

Kedua orang tersebut bukan merupakan warga Kota Bekasi.

NASIONAL | 9 Mei 2019

Penemuan Bahan Peledak, Penyewa Ruko Dikenal Agamis

Ruko itu bernama "Wanky", singkatan dari Ridwan dan Eky, dua penyewa yang berurusan dengan polisi.

NASIONAL | 9 Mei 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS