7 Bulan Kampanyekan Jokowi, Yenny Wahid Kembali Pimpin Wahid Foundation

7 Bulan Kampanyekan Jokowi, Yenny Wahid Kembali Pimpin Wahid Foundation
Yenny Wahid dalam acara Silaturahmi dan Diskusi bersama mbak Yenny' di Kantor Wahid Foundation, Jakarta, Kamis (9/5/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Fana Suparman )
Fana Suparman / FER Kamis, 9 Mei 2019 | 19:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau Yenny Wahid, Putri almarhum Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, kembali memimpin lembaga swadaya masyarakat (LSM) Wahid Foundation.

Baca Juga: Yenny Wahid Usul Konsep Smart City di Ibu Kota Baru

Lembaga nonprofit yang didirikan untuk memajukan visi kemanusiaan Gus Dur dalam gagasan toleransi dan kebhinnekaan masyarakat Indonesia itu sempat ditinggalkan Yenny Wahid selama tujuh bulan terakhir lantaran ikut dalam barisan Tim Kampanye Nasional (TKN) capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

"Saya ingin mengabarkan kepada publik, saya resmi kembali pimpin Wahid Foundation setelah kemarin cuti untuk kampanye," kata Yenny dalam acara 'Silaturahmi dan Diskusi bersama mbak Yenny' di Kantor Wahid Foundation, Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Yenny menjelaskan, alasannya cuti dari Wahid Foundation selama mengkampanyekan pasangan Jokowi-Ma'ruf. Meski tidak ada aturan resmi yang melarangnya berkampanye, Yenny mengaku ingin menjaga netralitas Wahid Foundation.

Baca Juga: Magnet Gus Dur di Balik Kemenangan Jokowi di Jatim

"Kami percaya netralitas lembaga Wahid Foundation harus dijaga dan konsekuensinya adalah semua personil yang mempunyai aspirasi politik harus bisa memisahkan antara kegiatan Wahid Foundation dan aspirasi politiknya. Itu yang kami lakukan dan saya memberi contoh buat teman-teman yang lain. Sekarang karena Pilpres sudah selesai, sudah bisa balik lagi untuk memimpin lembaga Wahid," kata Yenny Wahid.

Meski cuti dari aktivitasnya di Wahid Foundation, selama masa kampanye, Yenny mengaku terus mengamati fenomena di masyarakat. Dikatakan, selama Pilpres kemarin, dinamika dan keterbelahan masyarakat sangat terasa.

"Bukan hanya karena persoalan politik, tapi juga persoalan lain yang menjadi bumbu-bumbu dalam proses politik kemarin. Ini sesuai dengan core issue yang kami kerjakan di Wahid Foundation," kata Yenny Wahid.



Sumber: Suara Pembaruan