Penganggur Terdidik Meningkat
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Penganggur Terdidik Meningkat

Jumat, 10 Mei 2019 | 11:18 WIB
Oleh : Primus Dorimulu / AB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekolah tinggi tidak menjamin kemudahan mendapatkan pekerjaan. Penganggur terdidik justru meningkat. Lulusan sekolah rendah malah cepat mendapatkan pekerjaan. Lapangan pekerjaan untuk kaum terdidik meluas, tetapi banyak yang tak mampu memenuhi persyaratan kerja.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diumumkan Senin (5/5/2019) menunjukkan, pada Februari 2019, penganggur terbuka di Indonesia mencapai 6,8 juta atau 5,01% dari angkatan kerja yang mencapai 136,2 juta. Jawa Barat adalah provinsi dengan angka pengangguran tertinggi, yakni 7,7%, sedang Bali merupakan provinsi dengan angka pengangguran terendah, 1,2%.

Dilihat dari tingkat pendidikan, pengangguran paling tinggi adalah tamatan sekolah menengah kejuruan (SMK), 8,63%, turun tipis dari posisi 8,92% pada Februari 2018. Pengangguran terbuka tertinggi juga juga terjadi di kalangan tamatan diploma I, II, dan III yang mencapai 6,89% dan SMA 6,78%. Yang memegang ijazah universitas, minimal S-1, ada 6,24% pengangguran terbuka. Pengangguran dengan pendidikan maksimal SD hanya 2,65%. Itu karena mereka tidak memilih-milih pekerjaan. Pekerjaan apa pun mereka tidak jalani.

Kondisi ini cukup memprihatinkan. SMK didesain untuk mencegah pengangguran. SMK menjadi link atau jembatan antara pendidikan formal dan perusahaan agar tamatannya bisa langsung bekerja. Kurikulum dan mata pelajaran di SMK harus match atau sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.

Namun, dalam kenyataan, SMK justru menghasilkan paling banyak penganggur terbuka. Itu berarti link and match tidak jalan. Alumni SMK tidak mampu memenuhi kebutuhan dunia usaha. SMK gagal menjadi link ke dunia usaha akibat kualitas pendidikannya yang tidak match dengan dunia usaha.

Oleh karena itu, bisa dimengerti apabila laju pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 5% dalam lima tahun terakhir. Penduduk yang bekerja didominasi oleh mereka yang berpendidikan rendah. Sekitar 40,51% pekerja Indonesia hanya mengenyam pendidikan SD dan 17,75% berpendidikan SMP. Jika digabung, 59% tenaga kerja Indonesia adalah mereka yang berpendidikan maksimal SMP.

Sektor Industri
Isu deindustrialisasi terkonfirmasi pada penyerapan tenaga kerja di sektor industri yang memperlihatkan penurunan. Jika pada Februari 2014, sektor industri menyerap 15,39% tenaga kerja, pada Februari 2019, lima tahun kemudian, penyerapan tenaga kerja di sektor ini menurun ke 14%.

Penurunan signifikan terjadi di sektor pertanian. Pada Februari 2014, pertanian menyerap 40,83% tenaga kerja. Sedang pada Februari 2019, sektor ini hanya menyerap 29,46% tenaga kerja. Ke mana sekitar 10% tenaga kerja berpindah? Idealnya ke sektor industri karena Indonesia sedang dalam pembangunan industri. Namun, daya serap sektor industri justru menunjukkan penurunan.

Ke mana penyerapan tenaga kerja? Data BPS menunjukkan, tenaga kerja beralih ke sektor aneka jasa, mulai dari jasa konstruksi, transportasi keuangan, hingga kesehatan dan pendidikan. Di negara maju, tenaga kerja terbesar terserap di sektor jasa. Namun, buat negara berkembang seperti Indonesia yang tengah menikmati bonus demografi, tenaga kerja mestinya terserap di sektor industri.

Pengangguran terbesar terjadi di kota, sedang pengangguran di desa menunjukkan penurunan. Kondisi ini menunjukkan kemajuan di perdesaan. Masuknya dana desa Rp 1 miliar per desa memberikan kontribusi signifikan pada pembukaan lapangan pekerjaan.

Pengangguran di desa pada Februari 2019 sebesar 3,45%, turun dari 3,72% tahun 2018, dan 4% tahun 2017. Sedang pengangguran di perkotaan pada Februari 2019 sebesar 6,3% hanya turun 0,04% dari tahun sebelumnya.

Dari 129,36 juta penduduk yang bekerja per Februari 2019, sebesar 39,13% adalah buruh, karyawan, dan pegawai, 19,17% berusaha sendiri, 16,19% berusaha dibantu butuh tidak tetap, 13,73% pekerja keluarga, yang tak dibantu.

Mereka yang bekerja di sektor formal per Februari 2019 sebanyak 55,28 juta atau 42,73%, sedang pekerja informal 74 juta atau 57,27% di sektor informal. Pekerja formal pada Februari 2016 sebanyak 50,33 juta atau 41,72% dari angkatan kerja.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PPP Sleman akan Proses Hukum Kasus Ribuan Suara Hilang

1.508 suara milik PPP dan ratusan suara Hanura, Perindo, Berkarya, Garuda dan Golkar hilang.

NASIONAL | 10 Mei 2019

126 Murid SMA Ketahuan Sebar Bocoran UNBK

Mereka ketahuan memotret soal UN dan menyebarkan ke media sosial (medsos).

NASIONAL | 10 Mei 2019

Di Lany Jaya, Dua Caleg Bertikai Libatkan Massa, Dua Orang Kritis

Kejadian ini diduga dipicu soal pengalihan suara.

NASIONAL | 10 Mei 2019

Suap Dana Hibah KONI, Jaksa Yakin Rp 11,5 Miliar untuk Kepentingan Menpora

Komitmen fee secara bertahap yang diterima Miftahul Ulum dan Arief Susanto untuk kepentingan Menpora yang seluruhnya berjumlah Rp 11,5 miliar.

NASIONAL | 10 Mei 2019

Ombudsman Dalami Dugaan Jual Beli Remisi Napi

Ombudsman RI memberikan perhatian terhadap kasus temuan dugaan jual beli fasilitas kamar penjara, remisi, hingga pembebasan bersyarat.

NASIONAL | 10 Mei 2019

Kasus Suap Dana Hibah, Sekjen KONI Dituntut 4 Tahun Penjara

Hal yang memberatkan, Jaksa menilai perbuatan Ending dan Johny tidak mendukung pemerintah yang sedang giat-giatnya melakukan pemberantasan korupsi.

NASIONAL | 10 Mei 2019

Jaksa Sebut Menpora dan Aspri Ikut Mufakat Jahat Suap Dana Hibah KONI

Jaksa meyakini fee dengan total Rp 11,5 miliar itu diberikan kepada Miftahul Ulum dan Arief Susanto untuk kepentingan Imam Nahrawi.

NASIONAL | 10 Mei 2019

Bupati Minta Pemerintah Pertahankan Badan Restorasi Gambut

Selain restorasi lahan gambut yang terbakar di Mappi, BRG juga membantu kegiatan masyarakat melalui penanaman kembali pohon sagu dan pendampingan kepada petani.

NASIONAL | 9 Mei 2019

KPU Mataram Gelar Pencoblosan Ulang

Pemungutan suara ulang di Mataram, NTB, karena ada sepuluh orang tidak terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT), namun dapat mencoblos.

NASIONAL | 9 Mei 2019

Ratusan Orang Tuntut Bawaslu Diskualifikasi Hasil Pemilu

Massa menuntut Bawaslu mendiskualifikasi hasil pemilu karena banyak kecurangan.

NASIONAL | 9 Mei 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS