Terduga Teroris Bekasi Ahli Bom Menggunakan Wi-Fi

Terduga Teroris Bekasi Ahli Bom Menggunakan Wi-Fi
Karopenmas Divhumas Polri Dedi Prasetyo dan Kabag Penum Divhumas Polri Asep Adi Saputra, menunjukkan sejumlah gambar barang bukti hasil penangkapan sejumlah teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 6 Mei 2019. (Foto: ANTARA FOTO / Indrianto Eko Suwarso)
Aichi Halik / AHL Jumat, 10 Mei 2019 | 21:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi menyebut terduga teroris berinsial EY alias Rafli yang ditangkap di Bekasi beberapa waktu lalu memiliki keahlian membuat bom canggih.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, bom pipa yang ditemukan di toko ponsel Wanky Cell, Bekasi, itu rencananya akan digunakan untuk aksi teror dengan memanfaatkan unjuk rasa Pemilu 2019.

"Menurut keterangan yang bersangkutan apabila nanti terjadi demo dalam jumlah massa yang sangat besar di KPU, itu diprediksi oleh dia akan ada jammer (penghalang sinyal) terhadap handphone," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (10/5/2019).

"Oleh karenanya, handphone tidak bisa digunakan sebagai switching bomb. Ini booster sudah menggunakan Wi-Fi. Ya kalau Wi-Fi tentu sampai saat ini belum ada jammer," sambungnya.

Dedi menjelaskan, penggunaan booster pada bom tersebut membuat peledak itu bisa dipicu dari radius 200 meter. Ia pun menyampaikan bahwa bom itu dilengkapi dengan router sebagai penguat sinyal.

"Dengan menggunakan router, bom rakitan itu bisa memiliki radius hingga 500 meter, jika tambah lagi penguatnya dia bisa sampai satu kilo (meter)," ujar Dedi.

Menurut Dedi, EY diangkat menjadi pimpinan JAD Bekasi tidak hanya karena mahir merakit bom dan merekrut anggota, tapi juga lantaran memiliki usaha jual beli handphone.



Sumber: BeritaSatu TV