Pendidikan Vokasi, 70 Persen Praktik dan 30 Persen Teori

Pendidikan Vokasi, 70 Persen Praktik dan 30 Persen Teori
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kiri) bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (keempat kanan) berbincang dengan para peserta Diklat 3 in 1 pada Peluncuran Pendidikan Vokasi Link and Match antara Industri dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di PT. Delta Dunia Sandang Tekstil (Duniatex), Demak, Jawa Tengah, Kamis (28/2/2019). (Foto: Ismewa)
Oktaviana Maria / ANA Jumat, 10 Mei 2019 | 21:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah terus mendorong pelaku industri membangun pendidikan vokasi. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang terampil.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan pendidikan tidak lagi hanya di akademik tapi akan lebih fokus ke praktik. Jadi 30-40 persen untuk teori sementara praktiknya 60-70 persen.

"Tidak boleh lagi hanya di akademik yang diajarkan tetapi praktik. Praktik yang diajarkan paling nggak di angka 60-40 atau 70-30" ungkap Nasir di Jakarta, Jumat (10/5/2019).

"Sehingga sistem kuliah tadi tiga dua satu kami sebut artinya 3 semester di kelas plus laboratorium, 2 semester di industri, dan 1 semester di tugas akhir atau industri" jelas Nasir.

Sementara itu, pemerintah juga akan memberikan fasiltas super deductible tax sehingga pelaku industri siap membangun pendidikan vokasi.

Lihat Video:



Sumber: BeritaSatu TV