Tahun Ini, Rasio Elektrifikasi Flores Capai 90%

Tahun Ini, Rasio Elektrifikasi Flores Capai 90%
Direktur Bisnis Regional Jawa bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara PT PLN (Persero) Djoko Abumanan. ( Foto: BeritaSatu.com / Primus Dorimulu )
Primus Dorimulu / AO Minggu, 12 Mei 2019 | 09:43 WIB

Poco Ranaka, Manggarai Timur, Beritasatu.com – PT PLN (Persero) menargetkan rasio elektrifikasi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 90% pada akhir 2019. Target itu bisa dicapai, karena jaringan transmisi di Flores akan selesai dibangun pada tahun ini.

Hal itu dikatakan Direktur Bisnis Regional Jawa bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara PT PLN (Persero) Djoko Abumanan saat peresmian SPBU yang menjual BBM satu harga di Jalan Mano, Kelurahan Menduswa, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT, Jumat (10/5/2019).

“Tahun ini kita kasih 70 kv dari Ruteng ke Bajawa. Ini lewat beberapa kabupaten, antara lain Nagekeo, Manggarai Timur (Borong), Kampung Ropa di Ende. Dari Ropa ke Maumere, ke Wairita, lalu ke Larantuka. Mohon doanya. Ini sampai Bajawa Juli. Bajawa-Ropa tahun ini 2019. Jadi, kerjanya dua, dari ruteng sama dari Ropa, bertemu di Bajawa,” ujar Djoko.

Dengan sejumlah strategi yang tengah dijalankan PLN, ujarnya, maka target rasio elektrifikasi 90% di Flores pada tahun ini akan tercapai. “Ada beberapa strategi, karena di Flores ini tidak hanya yang di tengah, banyak juga yang digunung-gunung, banyak yang di pinggir laut. Di utara dan selatan. Bahkan, di Manggarai Barat, banyak yang di pulau-pulau,” ujarnya.

Dikatakan, di beberapa daerah, pihaknya menggunakan pembangkit tenaga surya yang memakai baterai atau yang disebut sistem hibrid komunal. Untuk pengadaannya, sampai saat ini sudah disiapkan 11 pulau dan sedang proses lelang untuk pengadaan di 24 lokasi sepanjang tahun ini.

“Hari ini, rasio elektrifikasi untuk Flores sudah 71%. Jadi, tahun ini 90% di Flores sudah tercapai,” ujarnya.

Untuk Manggarai Timur, PLN juga menargetkan rasio elektrifikasi 90% pada 2019, meski saat ini posisinya baru 32%. PT PLN akan bekerja keras untuk bisa mencapai target yang diberikan itu.

“Dari sisi pasokan listrik, cukup. Cuma, Flores ini panjangnya 600 km, sangat panjang. Sama dengan Jakarta-Surabaya. Mudah-mudahan 2019 selesai. Persoalan bukan tower, tetapi lintasan. Masyarakat mohon merelakan tanah. Kami memberi kompensasi 15%, bukan miliki PLN. Kami hanya memberi kompensasi, tanah tetap milik masyarakat,” kata Djoko.



Sumber: BeritaSatu.com