Desa Terdampak Banjir di Bengkulu Tengah akan Relokasi

Desa Terdampak Banjir di Bengkulu Tengah akan Relokasi
Warga berjalan di atas lumpur yang menggenang di Desa Genting, Kecamatan Bang Haji, Bengkulu Tengah, Kamis (2/05/2019). Pasca banjir bandang pada Jumat (26/04/2019), daerah di desa tersebut terendam lumpur setinggi 30 - 50 cm dan mengakibatkan warga mengungsi. ( Foto: ANTARA FOTO / David Muharmansyah )
Usmin / JEM Senin, 13 Mei 2019 | 14:47 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Tengah, Bengkulu, akan merelokasi desa yang terdampak banjir dan longsor, salah satunya Desa Genting, Kecamatan Bang Haji ke tempat lain yang aman lebih aman dari ancaman bencana alam.

"Desa Genting setelah kita amati secara cermat setelah terjadi banjir dan longsor melanda Bengkulu Tengah, memang perlu untuk direlokasi ke daerah lain yang aman dari ancaman banjir dan longsor," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Bengkulu Tengah, Edy Hermansyah, di Bengkulu, Minggu (12/5).

Ia mengatakan, letak giografis Desa Genting berada di lembah dan letaknya sejajar dengan sungai yang ada di daeran tersebut, sehingga desa ini sangat rawan dilanda banjir badang bila datang hujan lebat berlangsung cukup lama, seperti yang terjadi pada 27 April lalu.

"Kita sudah mendapatkan lokasi untuk merelokasi di Desa Genting dan jaraknya tidak terlalu jauh dari desa tersebut. Lokasinya bagus dan aman dari ancaman banjir bandang dan longsor," ujarnya.

Meski demikian, kata Edy pihaknya perlu mensosialisasikan rencana ini ke masyarakat, karena mereka sudah turun temurun tinggal di Desa Genting. Bahkan, Desa Genting sudah ada jauh sebelum kemerdekaan.

"Jadi, aset pemerintah desa yang ada dan rumah masyarakat perlu kita perhitungan, karena mereka sudah banyak menghabiskan uang membangun rumahnya. Ini akan kita kaji secara koprenhensif sebelum dilakukan relokasi," ujarnya.

Sebab, memindahkan Desa Genting ke tempat lain bukan hanya keinginan pemda, tapi untuk mengantisipasi jangan sampai masyarakat menjadi korban lagi dari bencana banjir dan longsor.

"Pemda merelokasi desa ini semata-mata untuk menyelamatkan masyarakat dari ancaman banjir dan longsor. Sebab, Desa Genting berada di lembah dan sejajar dengan sungai sehingga sangat rawan dilanda banjir lagi pada mendatang," ujarnya.

Edy menambahkan, Desa Genting merupakan salah satu desa di Bengkulu Tengah yang paling dahsat dilanda banjir dan longsor. Hampir 90 persen rumah warga mengalami rusak akibat diterjang banjir bandang pada 27 April lalu.

Saat ini, ada ratusan jiwa warga Desa Genting masih mengungsi di tenda yang terbuat dari terpal. Hal ini terjadi rumah mereka tidak bisa ditempat karena mengalami rusak berat diterjang banjir lalu.

Meski ada rumah warga yang tidak mengalami kerusakan, tapi tidak bisa ditempat sampai sekarang karena lumpur kering di dalam rumah warga belum dapat dibersihkan. Sebab, tumpukan lumpur kering ada yang mencapai ketinggian 2 meter.

Lumpur kering yang mengendap di dalam rumah warga saat ini dibawa saat terjadi banjir bandang 27 April lalu, dan saat ini belum dapat dibersihkan karena membutuhkan alat untuk mengeluarkan lumpur tersebut.

"Hal inilah yang menyebakan ratusan jiwa warga Desa Genting masih tinggal dipengungsian. Kita masih memikir dan membuat program untuk mengatasi masalah yang dihadapi korban banjir di Desa Genting," ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan