Ini Jadwal Ganjil Genap Lebaran di Pelabuhan Merak dan Bakauheni

Ini Jadwal Ganjil Genap Lebaran di Pelabuhan Merak dan Bakauheni
Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi (kedua kanan) mengunjungi Pelabuhan Merak untuk mempersiapkan strategi dalam mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2019,. khususnya angkutan penyeberangan. ( Foto: Istimewa )
Anselmus Bata / AB Senin, 13 Mei 2019 | 17:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perhubungan (Kemhub) melalui Ditjen Perhubungan Darat terus melakukan langkah-langkah perbaikan menjelang arus mudik Lebaran 2019, seperti pemberlakuan nomor kendaraan ganjil genap di Pelabuhan Merak dan Bakauheni.

Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiadi mengatakan pemberlakuan nomor kendaraan ganjil genap untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan lalu lintas selama angkutan Lebaran tahun 2019 (1440 H).

“Perlu dilakukan upaya untuk mengurai kepadatan pada waktu bersamaan, sehingga terciptanya kelancaran operasional dan pelayanan lintas penyeberangan Merak dan Bakauheni,” kata Budi Setiyadi dalam surat imbauannya belum lama ini.

Budi meminta kepada stakeholder untuk dapat membantu menginformasikan atau menyosialisasikan kepada masyarakat mengenai pemberlakukan tanda nomor kendaraan ganjil genap.

“Ada dua pemberlakukan pertama di Pelabuhan Merak dan di Pelabuhan Bakauheni,” ujarnya.

Jadwal Ganjil Genap
Di Pelabuhan Merak pengendara mobil dengan nomor genap pada 30 Mei 2019 (H-6) Pukul 20.00 WIB sampai 31 Mei 2019 pukul 08.00 WIB. Pengendara mobil dengan nomor ganjil pada 31 Mei 2019 (H-5) pukul 20.00 WIB sampai 1 Juni 2019 pukul 08.00 WIB.

Kemudian, pada tanggal 1 Juni meski ganjil diberlakukan nomor kendaraan genap dimulai pukul 20.00 WIB sampai 2 Juni pukul 08.00 WIB. Pengendara dengan nomor ganjil pada 2 Juni 2019 (H-3) pukul 20.00 WIB sampai 3 Juni pukul 08.00 WIB.

Sementara itu, di Pelabuhan Bakauheni, pengendara mobil dengan nomor kendaraan ganjil pada 7 Juni (H+1) pukul 20.00 WIB sampai 8 Juni pukul 08.00 WIB. Pengendara mobil dengan nomor genap pada 8 Juni (H+2) pukul 20.00 WIB sampai 9 Juni pukul 08.00 WIB.

Pengendara dengan nomor kendaraan ganjil pada 9 Juni (H+3) pukul 20.00 WIB sampai 10 Juni pukul 08.00 WIB.

“Mekanisme pengaturan ganjil genap dilaksankan oleh BPTD, Dinas Perhubungan Provinsi, Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota, Kepolisian dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) selaku pengelolaan pelabuhan,” ujar Budi.

Budi menyebutkan bahwa aturan itu adalah imbauan, sehingga bukan bersifat wajib dan tak ada sanksi. “Ini sifatnya imbauan, artinya tidak mengharuskan sekali. Kalau enggak sesuai dan sudah masuk, ya masuk saja enggak kenapa. Itu hanya mengimbau,” ujar Budi saat ditanya tentang kemungkinan pelat nomor kendaraan tak sesuai jadwal.

Pemberlakuan tersebut dilakukan malam hari, karena kemacetan akibat antrean biasanya terjadi di malam hari dan baru terurai pada pukul 15.00 WIB keseokan harianya.

“Ini untuk mendistribusikan penumpukan kendaraan antara pukul 24.00 sampai 06.00 pagi itu biasanya macet dan baru terurai jam 3 sore. Jadi, biar masyarakat kalau mau menyeberang dengan aman, baik, dan tidak antre,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com