Anggota DPRD Bali Saling Pukul, Satu Korban Masuk Rumah Sakit

Anggota DPRD Bali Saling Pukul, Satu Korban Masuk Rumah Sakit
Ilustrasi kekerasan. ( Foto: Beritasatu.com )
I Nyoman Mardika / JEM Selasa, 14 Mei 2019 | 14:44 WIB

Denpasar, Beritasatu.com -Anggota DPRD Provinsi Bali terlibat saling pukul di ruang sidang utama DPRD Bali, Selasa (14/5/2019). Akibat pemukulan itu, anggota DPRD atas nama I Kadek Diana, mengalami luka berdarah di bagian pelipis kanan dan sudah dilarikan ke Rumah Sakit Bali Mandara.

Ketua Komisi III DPRD Bali, I Nengah Tamba, yang dikonfirmasi, Selasa siang, membenarkan peristiwa tersebut. "Saya sendiri yang mengantar Diana ke Rumag Sakit Bali Mandara.  Diana mengalami luka terbuka di pelipis kanan," kata I Nengah Tamba, Selasa (14/5/2019).

Informasi yang dihimpun Suara Pembaruan menyebutkan, pelaku pemukulan adalah anggota Komisi I DPRD Bali Dewa Nyoman Rai. Sementara korbannya I Kadek Diana merupakan anggota Komisi III DPRD Bali.

Keduanya sama-sama berasal dari Fraksi PDIP. Bahkan korban yang dipukul Kadek Diana saat ini menjabat Ketua Fraksi PDIP di DPRD Bali.

Ketua Komisi III DPRD Bali, I Nengah Tamba mengaku tidak tahu persis bagaimana ihwal peristiwa sehingga terjadi aksi pemukulan tersebut. "Tetapi begitu saya melihat (Diana berdarah, Red), rasa tanggung jawab sebagai ketua komisi ya saya langsung ambil saudara saya itu dan saya bawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Selama dalam perjalanan ke rumah sakit, kata Tamba, Kadek Diana tidak menceritakan persoalan yang terjadi antara dirinya dengan Dewa Rai.

Sementara itu, Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama, yang dikonfirmasi terpisah, Selasa (14/5/2019), mengaku terkejut dengan peristiwa pemukulan yang melibatkan Dewa Rai dan Kadek Diana. Saat kejadian, katanya, dirinya tengah bersama wakil gubernur Bali sebelum memulai rapat paripurna dewan.

“Kalau saya melihat, sedapat mungkin saya lerai. Tapi saya mohon kepada kedua belah pihak itu, kita dari satu lembaga, marilah kita jaga nama lembaga ini bersama-sama. Kalau ada salah paham, mari kita selesaikan dengan kepala dingin,” ujarnya.

Wiryatama mengatakan, dari informasi yang diterima pemukulan dipicu adanya kesalahpahaman. Apalagi sudah sejak lama, keduanya tidak akur di grup WhatsApp (WA) internal Fraksi PDIP. Karena itu, iapun sudah menasehati agar keduanya tidak ribut-ribut di WA. Terlebih, memerhatikan kondisi psikologi Dewa Rai yang gagal kembali duduk di kursi dewan pada pemilu legislatif 2019.

Wiryatama mengaku akan mengajak keduanya berbicara saat situasi sudah tenang. Sejauh ini, pihaknya belum bisa memastikan apakah kasus tersebut akan dibahas hingga ke Badan Kehormatan Dewan. 

Sementara Sekretaris DPD PDIP Bali IGN Jaya Negara yang dikonfirmasi Suara Pembaruan secara terpisah, Selasa (14/5/2019) membenarkan kalau ada kadernya di DPRD Bali yang baku hantam.

"Mereka kan sudah dewasa tentu bisa menahan diri. "Kami menghimbau jangan terlalu keras bercanda di WA. Apalagi memojokkan teman kalau teman lagi ada masalah. Kalau tidak pasti akan terjadi seperti sekarang ini," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan