Pengancam Presiden Jokowi Disebut Patut Ditindak

Pengancam Presiden Jokowi Disebut Patut Ditindak
Hermawan Susanto (tengah) pelaku pengancam Presiden Joko Widodo. ( Foto: Beritasatu TV )
Carlos KY Paath / WM Selasa, 14 Mei 2019 | 22:11 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menyoroti maraknya pelanggar hukum yang lantas menyampaikan permohonan maaf. Hukum sepatutnya ditegakkan terhadap setiap orang yang melakukan pelanggaran.

“Seenaknya berbuat sesuatu setelah polisi melakukan tindakan, minta maaf. Ini apa yang begini nih. Saya sudah sampaikan ke Kapolri jangan lagi ada maaf. Tindak saja. Itu nanti diberi maaf makin enggak tertib negara ini,” kata Moeldoko.

Hal itu disampaikan Moeldoko terkait kasus Hermawan Susanto yang mengancam untuk memenggal kepala Presiden Joko Widodo (Jokowi). Moeldoko menegaskan, negara memiliki hukum dan undang-undang.

“Agar tidak sembarangan kita bernegara ini. Kalau ini dibiarkan nanti negara ini menjadi chaos, negara ini menjadi anarkis, negara ini menjadi tidak tertib. Negara ini harus tetap tertib, enggak boleh sembarangan,” tegas Moeldoko.

Moeldoko mengingatkan bahwa Presiden merupakan simbol negara.

“Janganlah memperlakukan seorang presiden, simbol negara ini semena-mena. Sebagai warga negara yang punya etika janganlah melakukan atau memperlakukan kepala negara sebagai simbol negara seperti itu,” ucap Moeldoko.



Sumber: Suara Pembaruan