Perludem: Klaim Kemenangan Pilpres 2019 Membuat Masyarakat Alami Fanatisme

Perludem: Klaim Kemenangan Pilpres 2019 Membuat Masyarakat Alami Fanatisme
Direktur Eksekutif Perkumpulan Pemilu untuk Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini. ( Foto: istimewa )
Oktaviana Maria / ANA Selasa, 14 Mei 2019 | 22:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Seminggu lagi atau tepatnya pada 22 Mei 2019 Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengumumkan hasil rekapitulasi suara Pemilu 2019. Sementara itu hingga kini kedua kubu masih saling mengklaim sebagai pemenang Pilpres 2019.

Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menyayangkan klaim kemenangan dari kedua kubu. Apalagi ada narasi tidak percaya kepada hasil quick count atau hitung cepat.

Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini mengatakan klaim kemenangan tersebut mempengaruhi masyarakat yang kemudian percaya. Akibatnya, masyarakat mengalami fanatisme dan keraguan untuk percaya pada hasil quick count.

"Patut disayangkan klaim kemenangan misal oleh kubu BPN itu tidak dibuka ke publik angkanya itu dari mana asalnya. Yang di bawah menyakini bahwa ada kemenangan tetapi tidak ditampilkan sumber kemenangan dari mana angkanya" ujar Titi di Jakarta, Selasa (14/5/2019).

"Masyarakat selalu dibombardir pernyataan-pernyataan bahwa quick count ini tidak benar. Akhirnya di bawah ini mengalami fanatisme dengan tanpa pengetahuan yang cukup ikut-ikutan percaya" jelas Titi.

Padahal, menurut Titi, adanya lembaga survei yang menggelar quick count membantu mengawal proses Pemilu.

"Keberadan lembaga survei dan quick count itu membantu mengawal proses Pemilu sehingga praktiknya tidak menyimpang" tambah Titi.

Lihat Video:



Sumber: BeritaSatu TV