Terduga Teroris Alumni Suriah Sasar Polisi dan Kantor Polisi

Terduga Teroris Alumni Suriah Sasar Polisi dan Kantor Polisi
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol M Iqbal ( Foto: Beritasatu TV )
Farouk Arnaz / JAS Kamis, 16 Mei 2019 | 15:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Densus 88/Antiteror menangkap sembilan terduga pelaku teroris pada Selasa (15/5/2019). Dari sembilan itu delapan ditangkap di Jawa Tengah (Jateng) dan satu di Jawa Timur (Jatim). Tujuh orang merupakan lulusan ISIS Suriah.

“Kami sedang melakukan pengembangan dari sembilan yang diamankan di Jateng dan Jatim. Kami tidak bisa membuka pengembangannya ke arah mana karena ini jelas terkait dengan upaya-upaya penyelidikan karena nanti akan bocor,” kata Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal di Mabes Polri, Kamis (16/5/2019).

Menurut Iqbal dulu perlu ada bukti permulaan yang cukup dan ada indikasi, Polri baru bisa melakukan upaya pencegahan atau preventive strike. Namun kini ada beberapa keistimewaan dari UU Antiteror baru dimana upaya paksa dan penangkapan bisa dilakukan tanpa ada bukti dahulu.

“Salah satu sasarannya jelas. Mereka punya prinsip bahwa siapapun yang tidak sealiran adalah musuh mereka. Polisi jelas sasarannya, kantor-kantor polisi. Diduga mereka juga memanfaatkan momentum pesta demokrasi,” lanjutnya.

Masih ada beberapa pelaku lain yang harus dilakukan upaya paksa untuk mengantisipasi terjadinya serangan teror pada momentum pesta demokrasi, momentum Ramadan, dan momentum hari raya sehingga masyarakat dapat melakukan aktivitasnya dengan aman dan damai.

“Kami memiliki data siapa yang sudah ke Suriah, siapa yang afiliasi kelompok mana, Filipina, dan selanjutnya. Densus 88 lebih ke upaya intelejen, data, mapping, dan data jaringan,” tambahnya.



Sumber: BeritaSatu.com