28 Perempuan Rebut Kursi DPR dari Dapil Jawa Barat

28 Perempuan Rebut Kursi DPR dari Dapil Jawa Barat
Ilustrasi keterwakilan perempuan di partai politik ( Foto: Istimewa )
Adi Marsiela / JEM Kamis, 16 Mei 2019 | 15:57 WIB

Bandung, Beritasatu.com - KPU Jawa Barat (Jabar) telah menuntaskan rekapitulasi penghitungan raihan suara tingkat provinsi, Senin (13/5/2019) malam. Berdasarkan formulir DC1 yang diperoleh Suara Pembaruan, hanya ada 28 calon legislatif (caleg) perempuan yang lolos ke Senayan, Jakarta. Mayoritas dari mereka adalah anggota DPR petahana, keluarga pejabat atau mantan pejabat di negeri ini. Total seluruh kursi DPR yang diperebutkan di 11 daerah pemilihan (dapil) di Jabar ada 91 kursi.

Perempuan calon legislator itu tersebar antara 1-4 orang di masing-masing dapil. Mereka nantinya mewakili sedikitnya 46,5 juta jiwa penduduk Jabar bersama 63 calon legislator pria yang lolos ke Senayan.

Calon legislator yang akan memasuki periode ketiga adalah Ledia Hanifa Amaliah mewakili dapil Kota Bandung dan Kota Cimahi. Politisi PKS ini sebelumnya duduk di Komisi IX DPR membidangi kesehatan, ketenagakerjaan, kependudukan, serta transmigrasi. Pada periode 2009-2014, Ledia pindah ke Komisi VIII yang membidangi lingkup sosial, agama, bencana, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak pada periode 2014-2019.

Calon lainnya dari dapil yang sama Nurul Arifin. Politisi Golkar ini sebelumnya pernah dua periode, 2004-2009 dan 2009-2014 bertugas di Komisi II DPR. Setelah itu dia gagal melaju dan menduduki jabatan wakil sekjen DPP Partai Golkar.
Pada Dapil Jabar II (Kabupaten Bandung Barat dan Bandung), Rachel Maryam kembali terpilih sebagai calon anggota DPR. Dia melaju bersama koleganya, Iis Edhy Prabowo, istri ketua Fraksi Partai Gerindra, Edhy Prabowo.

Anggota DPR petahana lainnya yang terpilih adalah Neng Eem Marhamah dari PKB yang saat ini duduk di Komisi VI DPR. Dia lolos bersama Endang Setyawati dari Partai Gerindra dan Diah Pitaloka dari PDI-P. Mereka bertiga mewakili suara perempuan dari dapil Kabupaten Cianjur-Kota Bogor.

Keterwakilan perempuan yang cukup tinggi terlihat di dapil Kota Sukabumi-Kabupaten Sukabumi. Dari enam kursi yang tersedia, empat di antaranya diisi perempuan. Mereka adalah calon petahana Ribka Tjiptaning dari PDI-P, Desy Ratnasary (PAN), Dewi Asmara (Golkar) yang menjabat untuk periode keempatnya, serta Zakiah Syamsudin, politisi PKS yang baru pertama kali akan duduk di DPR.

Untuk dapil Kabupaten Bogor, hanya ada satu perempuan yang lolos ke DPR yakni Elly Rachmat Yasin, ketua DPC PPP yang juga istri mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin.

Sementara pada dapil Kota Depok-Kota Bekasi, ada tiga perempuan yang berhasil menembus kuota enam kursi untuk DPR. Mereka adalah Wenny Haryanto dari Golkar yang tengah menjabat sebagai anggota DPR, Nur Azizah Tamhid, istri mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail dari PKS, serta Intan Fauzi dari PAN yang saat ini tengah duduk di Komisi V DPR.

Pada dapil Kabupaten Bekasi-Kabupaten Karawang-Kabupaten Purwakarta, Rieke Diah Pitaloka yang masih menjabat sebagai anggota DPR dari Fraksi PDI-P kembali terpilih. Dia maju bersama Puteri Komarudin, putri dari mantan Ketua DPR Ade Komarudin, serta dua legislator petahana, Putih Sari dari Fraksi Gerindra dan Vera Febyanthy dari Partai Demokrat.

Sedangkan untuk dapil Kabupaten Indramayu-Kabupaten Cirebon-Kota Cirebon yang memiliki kuota 9 kursi, hanya ada dua perempuan yang lolos. Keduanya adalah, Netty Prasetiyani, istri mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dari PKS serta mantan anggota DPRD Jabar sekaligus mantan Wakil Bupati Cirebon, Selly Andriany Gantina dari PDI-P.

Pada dapil Kabupaten Subang-Kabupaten Sumedang-Kabupaten Majalengka, ada tiga perempuan yang mendapatkan suara terbanyak dan berhak atas kursi di DPR. Mereka adalah anggota DPR 2009-2014, Itje Siti Dewi Kuraesih dari Golkar, Linda Megawati dari Demokrat, serta politisi dari PAN baru berusia 22 tahun, Farah Puteri Nahlia.

Untuk dapil Kabupaten Kuningan, Ciamis, Pangandaran serta Kota Banjar, hanya ada satu calon legislator perempuan yang raihan suaranya cukup untuk ke DPR. Dia adalah Ardhya Pratiwi, putri Jenderal (Purn) Djoko Santoso dari Gerindra.

Pada dapil Kabupaten Garut, Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya, ada tiga perempuan yang lolos, yakni Imas Aan Ubudiah, putri pendiri Pondok Pesantren Attaufiq yang sempat menjabat sebagai Komisaris Independen PT Wijaya Karya. Dia maju dari PKB. Dua calon lainnya adalah anggota DPR petahana, Nurhayati dari PPP dan Siti Mufattahah dari Demokrat.



Sumber: Suara Pembaruan