Mudik Lebaran, Hindari Jalur Ini Jika Melewai Jawa Tengah

Mudik Lebaran, Hindari  Jalur Ini Jika Melewai Jawa Tengah
Ilustrasi Mudik Gratis ( Foto: Istimewa )
Stefi Thenu / JEM Kamis, 16 Mei 2019 | 16:25 WIB

Semarang, Beritasatu.com – Sejumlah titik di Jawa Tengah diprediksi akan menjadi titik kemacetan pada saat arus mudik lebaran tahun ini. Untuk itu, para pemudik diharapkan tidak melewati titik-titik kemcetan itu dan memilih mencari jalur lainnya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa tengah, Satriyo Hidayat mengatakan, titik pertama kemacetan yang paling parah diprediksikan terjadi di Bawen, Kabupaten Semarang. Di lokasi itu, seringkali terjadi penumpukan kendaraan karena aktivitas truk dan jalan yang masih sempit.

“Selama ini orang kalau mau ke Jogja biasanya keluar tol Bawen kemudian lewat Ambarawa, Magelang. Jalur itu hari biasa saja sudah padat, apalagi saat mudik nanti. Kami prediksikan titik kemacetan terparah akan terjadi di Bawen ini, karena pada tahun ini truk lebih dua sumbu masih boleh melintas,” ujar Satriyo, Kamis (16/5/2019).

Satriyo berharap, para pemudik yang hendak ke Jogja menghindari jalur tersebut. Pemudik bisa menggunakan jalur alternatif, melalui Weleri-Parakan-Temanggung-Magelang. Atau menggunakan jalur tol dan keluar di exit tol Boyolali atau Colomadu.

“Di jalur-jalur alternatif itu sudah saya perintahkan kepada petugas untuk memasang rambu-rambu penunjuk arah agar para pemudik lebih mudah. Selain itu nantinya juga akan ditempatkan petugas di titik-titik tertentu yang dirasa perlu,” ujarnya.

Selain Ambarawa, titik macet lain diprediksi terjadi di Pasar Mangkang Semarang, Pertigaan Secang Magelang, Pasar Tonjong Brebes dan di Flyover Bumiayu Brebes.

“Untuk menghindari kemacetan di Tonjong dan Bumiayu, pemudik yang hendak ke Purwokerto dapat menggunakan jalur Pemalang-Belik. Itu jalur alternatif yang sudah bagus dan nyaman untuk dilalui,” ujarnya.

Dikatakan, sejumlah jalur alternatif itu sudah disiapkan dengan baik. Piihaknya sudah berkoordinasi dengan penyelenggara jalan tol untuk penambahan rambu-rambu jalan. Rambu-rambu yang biasanya hanya bertulis umum, akan ditambahi informasi jalur alternatif yang dapat dilalui.

“Misalnya di exit tol Pemalang, di bawahnya dituliskan Randudongkal, Belik, Purbalingga, Purwokerto. Jadi pemudik yang hendak menuju arah Purwokerto memiliki pilihan untuk menghindari titik-titik kemacetan,” tegasnya.

Satriyo menjelaskan, jumlah pemudik lebaran tahun 2019 ini diprediksi meningkat 16 persen dari tahun sebelumnya dengan prediksi sekitar 8,6 juta pemudik. Puncak arus mudik tahun ini diprediksi terjadi pada H-5 atau pada hari Jumat (31/5).

Dari jumlah itu, sebanyak 5,6 juta adalah pemudik menggunakan mobil pribadi. Diprediksikan pengguna mobil pribadi akan memilih jalur tol dibanding jalur pantura.

“Dari 5,6 juta mobil itu, diprediksikan akan menggunakan jalan tol sebanyak 40 persen. Ini data dari Litbang Kementerian Perhubungan, sehingga harus dilakukan antisipasi,” katanya.

Selain mengantisipasi kemacetan di pintu-pintu tol dan exit tol, berbagai upaya dilakukan untuk mendukung kelancaran pemudik yang melintas melalui jalan tol tahun ini. Salah satunya adalah dengan penyediaan tempat pengisian bahan bakar yang tersebar di sepanjang jalur tol itu.

Di ruas tol Jateng sudah tersedia sembilan kios BBM, dua SPBU permanen dan satu SPBU modular. Diharapkan dengan keberadaan pengisian BBM itu, pemudik tidak sampai kehabisan bahan bakar di jalanan.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengingatkan kemungkinan terjadinya kemacetan di jalur tol Trans Jawa. Dia mencatat, setidaknya ada tujuh pintu keluar jalan bebas hambatan di Jawa Tengah rawan terjadi kemacetan pada arus mudik Lebaran.

“Untuk exit tol, titik rawan kemacetan berada di pintu exit tol Pejagan, Pemalang, Banyumanik, Salatiga, Tingkir, Boyolali, dan Kartosuro. Exit tol ini jalur alternatif kita berikan. Mudah-mudahan temen-temen di kabupaten membantu," ujar Ganjar.



Sumber: Suara Pembaruan