Rusuh di Lapas Langkat, Ratusan Tahanan Kabur

Rusuh di Lapas Langkat, Ratusan Tahanan Kabur
Aparat kepolisian menangkap tahanan lapas yang kabur saat kerusuhan di Lapas Narkotika di Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Kamis, 16 Mei 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Arnold H Sianturi )
Arnold H Sianturi / JAS Kamis, 16 Mei 2019 | 17:36 WIB

Langkat, Beritasatu.com - Kerusuhan massal terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika di Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (16/5/2019) siang.

Para tahanan membakar lapas, merusak kendaraan maupun merusak fasilitas lapas sebelum melarikan diri. Peristiwa ini menggegerkan masyarakat maupun petugas lapas di sana.

Berdasarkan informasi, ada sebanyak 200 orang tahanan yang kabur dari lapas tersebut. Aparat kepolisian pun turun melakukan penyelidikan dan pengejaran.

Humas Kantor Wilayah Kemenkum HAM Sumut, Josua Ginting membenarkan kejadian yang berujung pembakaran lapas tersebut.

"Tim dari Kemenkum HAM Sumut sedang menuju ke lokasi lapas. Tim akan mencari tahu penyebab kerusuhan tersebut," ujar Josua Ginting.

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Pol Agus Andrianto menyampaikan, pihaknya sudah memerintahkan Polres Langkat dan jajarannya untuk melakukan razia besar-besaran.

"Razia di perbatasan Langkat dan Aceh. Saya juga perintahkan polisi di sana untuk melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap tahanan yang kabur itu," katanya.

Kapolda mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab dari kerusuhan tahanan di lapas itu. Pihaknya juga akan mendata lebih rinci atas jumlah napi yang kabur.

"Saya mengimbau kepada para napi yang melarikan diri supaya menyerahkan diri. Bagi keluarga tahanan juga diharapkan membujuk tahanan itu supaya menyerah," katanya.

Menurutnya, pihaknya akan mengambil sikap tegas bila para tahanan itu tidak segera melarikan diri. Kapolda juga meminta bantuan masyarakat untuk proaktif di setiap lingkungan.

"Jika melihat orang mencurigakan maka sebaiknya segera memberikan laporan ke polisi terdekat. Masyarakat tidak usah khawatir atas kejadian ini," sebutnya. 



Sumber: Suara Pembaruan