Jelang Mudik, Pemprov Sumut Petakan Daerah Rawan Bencana

Jelang Mudik, Pemprov Sumut Petakan Daerah Rawan Bencana
Ilustrasi mudik. ( Foto: Antara )
Arnold H Sianturi / FER Kamis, 16 Mei 2019 | 19:33 WIB

Medan, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengimbau masyarakat untuk lebih hati-hati dalam perjalanan saat mudik menyambut lebaran di setiap kampung halaman. Sebab, terdapat ratusan titik rawan bencana longsor, banjir maupun kecelakaan di daerah tersebut.

Kepala Bidang Lalulintas Dishub Sumut, Darwin Purba, menyampaikan, daerah rawan longsor sesuai yang sudah dipetakan petugas di lapangan, ada sebanyak 51 titik. Lokasi ini tersebar di Tanah Karo (4 lokasi), Dairi (3), Samosir (1), Tobasa (2), Pakpak Bharat (6), Sidimpuan (1), Sibolga (2), Tapteng (3), Madina (15), Medan (2), Asahan (1), Simalungun (2), Tapanuli Utara (4), dan Tapanuli Selatan (5).

"Untuk lokasi jalan yang rusak sebanyak 41 lokasi atau titik. Terdiri dari Kabupaten Mandailing Natal (22 lokasi), Belawan (5 lokasi), Medan, Binjai, Labuhanbatu dan Tanah Karo masing-masing terdapat tiga lokasi, Padangsidimpuan dan Tapanuli Selatan masing-masing satu lokasi,” ujar Darwin Purba, Kamis (16/5/2019).

Ditambahkan, lokasi rawan banjir ada sebanyak 36 titik yang meliputi Kabupaten Tanah Karo (2 lokasi), Tapanuli Tengah (2), Sidimpuan (1), Madina (10), Medan (8), Deliserdang (2), Sergai (2), Tebingtinggi (3), Asahan (1), Simalungun (1), dan Labuhanbatu (4). Untuk lokasi rawan macet terdapat di 92 titik yang tersebar dihampir kabupaten dan kota di Sumut.

Untuk lokasi rawan kecelakaan lalu lintas, terdapat di 49 lokasi, antara lain, Binjai (2 lokasi), Medan (4), Tobasa (2), Pakpak Bharat (2), Sidimpuan (1), Tapteng (1), Madina (2), Langkat (8), Pelabuhan Belawan (3), Deliserdang (2), Sergai (8), Tebingtinggi (3), Batubara (3), Tanjungbalai (2), Siantar (5), Labuhanbatu (3), dan Taput (1).

Darwin mengatakan, pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian, balai besar pelaksanaan jalan nasional, dinas bina marga maupun pengelola jalan tol dalam penanganan menyambut masyarakat yang melakukan mudik menjelang lebaran.

"Dishub sudah memetakan rata-rata kenaikan penumpang secara agregat sebesar 14 persen di tahun ini. Khusus transportasi darat seperti bus, akan terdapat kenaikan penumpang 5 persen dari tahun lalu, yakni dari 87.584 orang menjadi 91.963 orang," kata Darwin.

Kemudian, lanjut Darwin, jalur kereta api kenaikan penumpang diperkirakan signifikan yaitu 15 persen, dari 247.576 orang menjadi 284.701 orang. "Sedangkan untuk jalur udara prediksi kita ada kenaikan penumpang 15 persen dan laut 10 persen, kita hitung mulai H-7 sampai dengan H+7 Lebaran," jelas Darwin.



Sumber: Suara Pembaruan