Pembangunan Ibu Kota Baru Serap APBN Rp 30,6 Triliun

Pembangunan Ibu Kota Baru Serap APBN Rp 30,6 Triliun
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro ( Foto: Beritasatu TV )
Aichi Halik / AHL Kamis, 16 Mei 2019 | 21:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah akan membutuhkan anggaran sebesar Rp460 triliun untuk melakukan pembangunan infrastruktur ibu kota baru.

Rencananya, pembangunan ibu kota akan menelan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebanyak Rp 30,6 triliun.

Namun, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro memastikan, pembangunan ibu kota baru tidak akan mengganggu prioritas pembangunan yang lain.

"Alokasi anggaran pembangunan ibu kota baru ini tidak akan mengganggu prioritas pembangunan nasional lainnya. Prioritas pembangunan tetap berjalan sesuai yang direncanakan," kata Bambang di Kantor Bappenas, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Berdasarkan rancangan yang dibuat, pemerintah akan menggunakan APBN sebesar Rp30,6 triliun di mana pencairannya akan dilakukan secara bertahap.

"Dari Rp460 triliun anggaran yang diperlukan, APBN yang dibutuhkan hanya Rp30,6 triliun. Ini pun bukan anggaran satu tahun, tapi lima tahun. Jadi per tahunnya sekitar Rp6 triliun," ujar Bambang.

APBN ini nantinya akan digunakan sebagai sumber dana pembangunan infrastruktur utama perangkat pemerintahan, seperti Istana Negara, bangunan strategis TNI/Polri, pengadaan lahan, dan ruang terbuka hijau.

Untuk APBN yang digunakan nantinya, Mantan Menteri Keungan itu menjelaskan, pihaknya tidak akan sepenuhnya menggunakan rupiah. Namun, justru akan memanfaatkan skema asset management.

"Kemudian nantinya jadi pemasukan, PNBP (Penemerimaan Negara Bukan Pajak). Artinya membangun Ibu Kota baru tidak akan ganggu prioritas lainnya," ucap Bambang.



Sumber: BeritaSatu TV