Ramadan Momentum Memupuk Toleransi

Ramadan Momentum Memupuk Toleransi
Sejumlah warga keturunan Tionghoa mempersiapkan makanan dan minuman untuk berbuka puasa di Wihara Dharma bakti, Jakarta, Senin 13 Mei 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
Bernadus Wijayaka / BW Kamis, 16 Mei 2019 | 22:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ujaran kebencian dapat melahirkan kekerasan, intoleransi, fitnah maupun berita bohong. Karena, dari kebencian ini pula yang menjadi akar dari sikap dan tindakan radikal terorisme.

Jihad melawan kebencian adalah jalan menuju perdamaian dan persatuan bangsa. Untuk itu masyarakat harus dapat menjadikan jihad pada bulan Ramadan ini sebagai perang melawan kebencian, berita bohong, dan propaganda yang dapat memecah belah persatuan bangsa. Ramadan adalah momentum untuk memupuk toleransi.

Komisioner Komisi Nasional Anti-Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Riri Khariroh, mengatakan, Ramadan adalah momen tepat untuk menahan diri dari mengeluarkan ujaran kebencian.

“Karena Ramadan adalah bulan yang harus dipenuhi oleh nasihat-nasihat ataupun oleh perilaku dan juga ucapan maupun tindakan-tindakan yang seharusnya bisa menyebarkan kedamaian, menimbulkan ketenangan di mayarakat dan juga menghargai kelompok-kelompok yang berbeda,” ucap Riri Khariroh di Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Dikatakan Riri, akan sangat ironis jika saat Ramadan ada yang masih mencaci-maki antarkelompok yang berbeda.

Untuk itulah masyarakat harus bisa memahami bahwa Ramadan adalah momen yang sangat tepat untuk berrefleksi, utamanya bagaimana di ruang publik, ujaran kebencian itu harus diminimalisasi sebaik mungkin. Karena kalau ujaran kebencian itu masih bertahan di ruang publik, tentu Ramadan ini tidak ada bedanya dengan bulan-bulan yang lain.

“Karena Ramadan ini adalah bulan yang memang dikhususkan bagi kita semua untuk melakukan refleksi terhadap 11 bulan yang sudah kita lakukan. Sehingga kesucian bulan Ramadan ini tidak boleh kemudian dikotori oleh adanya ujaran kebencian ataupun hasutan hasutan untuk membenci kelompok lain. Saya kira itu penting sekali bagi umat Islam untuk mempraktikkan akhlakul karimah di bulan Ramadan ini,” ujar Riri.

Sebagai pengurus di Komnas Perempuan, Riri juga mengajak kepada kaum perempuan untuk bisa menjadi agen penebar kedamaian usai digelarnya agenda Pemilihan Presiden (Pilpres) lalu.

Riri tidak memungkiri bahwa dalam Pilpres tersebut keterlibatan kaum perempuan sungguh luar biasa. Karena kaum perempuan dalam Pilpres juga digunakan untuk menyebarkan informasi informasi baik disinformasi ataupun misinformasi oleh calon A dan calon B.



Sumber: Suara Pembaruan