Gelar Kajian "Ngariung Yuk!"

ACT Ingin Sebarkan Semangat Kedermawanan dan Kepedulian pada Sesama

ACT Ingin Sebarkan Semangat Kedermawanan dan Kepedulian pada Sesama
Penyerahan donasi kemanusiaan Dapur Ramadhan dan Paket Ifthar kepada ACT usai menggelar Kajian “Ngariung Yuk! Batch ke-4”, hasil kerja sama ACT dengan Dnars Indonesia dan Bogor Raincake, di Kota Bogor, pada Rabu, 15 Mei 2019. ( Foto: Istimewa / ACT )
Happy Amanda Amalia / PYA Jumat, 17 Mei 2019 | 00:15 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Aksi Cepat Tanggap (ACT) bekerjasama dengan Dnars Indonesia dan Bogor Raincake menggelar kajian “Ngariung Yuk! Batch ke-4” di Grand Ballroom Gedung Puri Begawan, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (15/5). Usai kajian, ACT juga membagi-bagikan 2.500 paket iftar untuk berbuka puasa.

Keterlibatan ACT dalam kajian tersebut merupakan kerjasama strategis lembaga untuk terus menyebarkan semangat kedermawanan dan kepedulian terhadap sesama, khususnya di bulan suci Ramadhan. Kajian ini turut dimeriahkan langsung oleh figur publik Indonesia, Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar.

Koordinator Event ACT Eka Saputra mengatakan rangkaian kajian ini terdiri dari pembukaan dari perwakilan pemerintah Kota Bogor, kajian agama yang disampaikan oleh Ustadz Oemar Mita, Lc, games dari Dnars Indonesia dan Bogor Raincake hingga penggalangan dana untuk aksi kemanusiaan ACT di bulan Ramadhan.

“Hasil donasi nantinya akan digunakan dalam program-program ACT seperti; pengiriman makanan berbuka puasa di tepian negeri Indonesia hingga ke Palestina atau negara-negara Islam lainnya,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com.

Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Istri Walikota Bogor, Yane Ardian yang turut menghadiri kajian tersebut. “2.500 orang yang datang luar biasa masya Allah, harus sering dilaksanakan kegiatan seperti ini. Kalau saya melihatnya seperti ini, kita kan sama-sama ingin membangun negeri ini, membangun kota ini, Kota Bogor. Kalau membangun fisik kan gampang, ada uang ada barang. Tapi, kalau membangun karakter itu mau ada uang sebanyak apa pun, itu tidak mudah. Jadi, kalau anak-anak milenial datang berbondong-bondong ke kajian seperti ini kan sesuatu yang harus diapresiasi,” ungkapnya.

Chief of Dnars Indonesia Faziani Rohban Ahmad mengaku tidak menduga acara positif yang terselenggara bisa seramai ini.
“Ini adalah pertama kali menurut saya acara kajian sebanyak ini bareng Shireen dan teman-teman. Semoga kami bisa lagi bekerjasama untuk acara yang positif. Kita sama-sama saling support untuk dunia dan akhirat, insya Allah,” katanya.

Sementara Penanggung jawab program Humanity Food Truck, Ryan Andriana Rachman menyampaikan pihaknya telah memasak 2.500 porsi iftar. “Rencananya setelah acara ini, kita dengan teman-teman Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bogor, akan membagikan paket iftar ini di pinggir jalan sekitar sini dan terminal juga. Tidak hanya untuk peserta kajian,” tuturnya.

Suami dari Shireen, Teuku Wisnu pun ikut mengapresiasi langkah ACT melalui program Humanity Food Truck yang telah membantu masyarakat pra-sejahtera, khususnya, pada bulan Ramadhan.

“Saya sangat mengapresiasi langkah ACT yang sangat memikirkan sekali hal ini. Karena mungkin kan masih ada saudara-saudara kita yang kurang mampu, yang kalau sekadar berbuka mungkin masih bisa, tetapi tidak bisa berbuka dengan lauk seperti daging, sayuran, dan lain-lainnya yang disediakan Humanity Food Truck hari ini,” ujar dia, seraya berharap dengan adanya Humanity Food Truck ACT dapat membagi kebahagiaan Ramadhan bersama masyarakat yang menjadi penerima manfaat mereka.



Sumber: PR