500 Tenaga Kesehatan Siap Layani Pemudik di Bengkulu

500 Tenaga Kesehatan Siap Layani Pemudik di Bengkulu
Ilustrasi mudik gratis. ( Foto: Antara )
Usmin / JEM Jumat, 17 Mei 2019 | 14:40 WIB

 Bengkulu, Beritasatu.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bengkulu, akan melibatkan 500 orang tenaga kesehatan atau medis setiap kabupaten dan kota untuk menyukseskan angkutan mudik Lebaran 2019 di Provinsi Bengkulu.

"Kita akan melibatkan 500 petugas kesehatan di masing-masing kabupaten dan kota untuk menyukseskan angkutan Lebaran 2019 di daerah ini. Mereka akan kita tempatkan di setiap posko mudik Lebaran yang ada di daerah ini," Kepala Dinkes Bengkulu, Herwan Antony kepada SP di Bengkulu, Jumat (17/5/2019).

Ia mengatakan, Dinkes Bengkulu juga akan menyiagakan puskesmas di jalur mudik selama 24 jam pada saat pelaksanaan angkutan mudik Lebaran 2019 dimulai di daerah ini.

"Di setiap puskesmas yang berada di jalur mudik akan kita siagakan doker dan perawat jaga selama 24 jam pada saat berlangsung angkutan mudik Lebaran 2019 di Provinsi Bengkulu," ujarnya.

Dengan demikian, jika ada pemudik yang membutuhkan pelayana kesehatan dapat dilayani dengan baik. Demikian pula jika terjadi kecelakaan di jalur mudik selama berlangsung angkutan Lebaran di Bengkulu, sehingga para korban dapat ditangani dengan cepat.

Saat ini, kata Herwan Antony pihaknya tengah mempersiapkan tenaga medis di masing-masing kabupaten dan kota di Bengkulu, yang akan dilibatkan dalam pelaksanaan pelayanan mudik Lebaran 2019 di daerah ini.

"Yang jelas, Dinkes Bengkulu siap menyukseskan pelaksanaan angkutan mudik Lebaran 2019 di daerah ini. Semua posko Lebaran yang ada di jalur mudik akan kita tempatkan petugas kesehatan, termasuk obat-obatan yang diperlukan para pemudik," ujarnya.

Ratusan Bus

Sementara itu, terpisah Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bengkulu, Darpinuddin mengatakan, untuk menyukseskan pelaksanaan angkutan Lebaran di daerah ini pihaknya akan menyiapkan ratusan unit bus AKAP dan AKDP.

Bus AKAP dan AKDP yang disiapkan untuk melayani angkutan Lebaran 2019 di Bengkulu, sebelum dioperasikan wajib menjalani pemeriksaan di Dishub Bengkulu guna memastikan bus bersangkutan layak operasi atau jalan.

Hal ini dilakukan Dishub Bengkulu untuk mengantisipasi bus yang mengangkut pemudik mengalami kecelakaan dan kerusakan di jalan. "Jadi, bus AKAP dan AKDP yang kita operasikan untuk melayani angkutan Lebaran di daerah ini benar-benar layak jalan," ujarnya.

Demikian pula sopir bus AKAP dan AKDP wajib melakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan mereka bebas narkoba dan miras, serta kondisi fisiknya dalam keadaan benar-benar sehat, sehingga mereka dapat menjalankan kendaraan dengan baik, katanya.



Sumber: Suara Pembaruan