Polri: Diincar Teroris, Massa Diimbau Tidak Turun Demo 22 Mei

Polri: Diincar Teroris, Massa Diimbau Tidak Turun Demo 22 Mei
Kadiv Humas Irjen M Iqbal dalam jumpa pers di Mabes Polri Jumat, 17 Mei 2019. ( Foto: Beritasatu.com/Farouk Arnaz )
Farouk Arnaz / CAH Jumat, 17 Mei 2019 | 15:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mabes Polri menyakinkan masyarakat untuk tidak turun ke jalan dalam aksi demo people power menolak hasil Pilpres pada 22 Mei nanti. Salah satu alasannya adalah potensi serangan teroris.

Hal ini diungkap oleh Kadiv Humas Irjen M Iqbal dalam rilis di Mabes Polri Jumat (17/5/2019). Dalam rilis itu—tak biasanya—juga turut dihadirkan para tersangka teror, barang bukti, dan video pengakuan tersangka.

“Kami tidak ingin ini terjadi di kerumunan massa. Bayangkan, kalau 100 saja sudah berapa korban. Kita tidak boleh underestimate, kami terus bekerja. Kami tidak bisa meyakinkan apakah kelompok ini selesai masih di sini atau masih ada. Densus 88 terus bekerja,” kata Iqbal.

Kelompok ini menurut Iqbal memang memanfaatkan momentum pesta demokrasi karena mereka tidak sealiran dengan demokrasi.

Oleh karena itu, lewat forum ini, Iqbal menambahkan, “Saya selaku kepala divisi humas juga sebagai jurubicara Polri menyampaikan pada tanggal 22 Mei masyarakat kami imbau tidak turun.”

Jika massa turun ini akan membahayakan karena mereka akan menyerang semua massa termasuk aparat dengan menggunakan bom. Makanya polisi melakukan preventive strike menangkap pelaku untuk pencegahan.



Sumber: BeritaSatu.com