Sulit Memastikan Populasi Orangutan Tapanuli

Sulit Memastikan Populasi Orangutan Tapanuli
Orangutan Tapanuli. ( Foto: Istimewa )
Nurjoni / AB Jumat, 17 Mei 2019 | 17:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sulit memastikan jumlah populasi orangutan Tapanuli karena tidak ada sensus, sementara populasi orangutan Tapanuli sudah terpisah dalam 3 blok besar, yaitu blok I (timur), blok II (barat), dan blok III (selatan). Blok-blok tersebut dipisahkan oleh jalan nasional, kebun, dan lahan area penggunaan lain (APL)

Peneliti utama di Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli, Wanda Kuswanda memperkirakan jumlah orangutan Tapanuli di hutan Batang Toru tidak lebih dari 600 ekor.

“Di blok timur, populasinya diduga antara 120-150 ekor, blok barat antara 360-400 ekor, ditambah blok selatan arah Gunung Sibual-buali antara 15-27 ekor,” katanya dalam satu kesempatan di Sipirok, belum lama ini.

Oleh karenanya, dia menyatakan tidak tahu-menahu kalau ada hasil penelitian lain yang menyebut jumlah orangutan Tapanuli mencapai 600-800 ekor.

Ekosistem hutan Batang Toru diperkirakan memiliki luas total 163.000 hektare, sekitar 60% di antaranya terbentang di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara, selebihnya di wilayah Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah. Namun wilayah yang didiami oleh orangutan Tapanuli seluas 138.200 hektare.

Berdasarkan pembagian blok populasi, berbagai riset sebelumnya memisahkan populasi orangutan Tapanuli menjadi 2 blok besar yang sudah terpisah secara alami, terutama oleh jalan nasional yang menghubungkan Kota Padangsidimpuan-Tarutung. Namun, dari hasil kajian yang dilakukan dalam dua tahun terakhir disimpulkan bahwa populasi orangutan Tapanuli sudah terpisah dalam tiga blok besar.

Luas habitat orangutan di blok timur sekitar 44.912 hektare. Luas habitat orangutan di blok barat sekitar 73.256 hektare dan blok selatan yang dipisahkan oleh Sungai Batang Toru dengan jalan nasional memiliki luas sekitar 20.267 hektare.

Berdasarkan wilayah administratif, habitat orangutan tersebar pada tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Tapanuli Tengah diperkirakan seluas 13.714 ha, Kabupaten Tapanuli Utara seluas 72.593 ha, dan Kabupaten Tapanuli Selatan sekitar 52.124 ha.

Dia mengatakan, khusus blok selatan, dapat dipastikan jumlah populasi orangutan antara 15-27 ekor, karena selama riset, orangutan yang ada di wilayah tersebut sempat diberi nama. Oleh karena itu, dibutuhkan penyambungan kembali ketiga populasi orangutan Tapanuli untuk melestarikannya. Untuk mengurangi dampak negatif berupa potensi fragmentasi habitat orangutan, NSHE membangun lintasan-lintasan satwa arboreal di beberapa titik yang telah diidentifikasi sebagai daerah lintasan satwa.

Menurut Senior Advisor Lingkungan Hidup PT NSHE, Agus Djoko Ismanto, lintasan satwa arboreal berbentuk jembatan berisikan tanaman yang dibutuhkan untuk orangutan menyeberang. Konstruksi jembatannya berupa beton, jembatan struktur, dan di atasnya ditanami pohon, sehingga akan menyambung kembali dua blok yang terpisah.

“Pada awalnya kami beranggapan ada kemungkinan kanopi yang menghubungkan dua blok, setelah disurvei ternyata secara umum sudah terpisah. Namun, ada satu titik kanopi yang masih nyambung di Dusun Sitandiang, Desa Bulu Mario, Kecamatan Sipirok. Karena itu, Sitandiang punya peran penting untuk pelestarian orangutan,” ujar Agus.



Sumber: Investor Daily