PLTA Batang Toru Lakukan Mitigasi Pembangunan PLTA

PLTA Batang Toru Lakukan Mitigasi Pembangunan PLTA
Sungai Batang Toru. ( Foto: Istimewa )
Nurjoni / AB Jumat, 17 Mei 2019 | 17:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PLTA Batang Toru menyatakan telah melakukan tindakan mitigasi terhadap potensi dampak yang mungkin timbul akibat pembangunan proyek melalui ESHIA (environmental, social, health, and impact assessment), salah satu studi yang menjadi acuan bagi PLTA untuk menjalankan konservasi sumber daya alam yang disebut sebagai biodiversity action plan.

“Kami bersama-sama melakukan pemantauan keberadaan satwa. Satwa harus dilindungi agar tidak ada yang terluka selama pengerjaan PLTA Batang Toru,” kata Senior Advisor Lingkungan Hidup PTNorth Sumatera Hydro Energy (NSHE), Agus Djoko Ismanto. NSHE adalah perusahaan yang mengerjakan proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Batang Toru.

Menurut Agus, langkah-langkah mitigasi telah dimulai sejak sebelum dilakukan pembukaan lahan. Hal ini untuk memastikan bahwa tidak ada orangutan yang terluka maupun terisolasi. “Hasilnya zero accident. Semua tindakan mitigasi PLTA Batang Toru dilakukan dengan koordinasi dan pengawasan BBKSDA Sumatera Utara, dan dilakukan kerja sama dengan LSM setempat,” ujarnya.

Kepedulian NSHE terhadap orangutan juga ditunjukkan melalui aksi nyata melindungi orangutan Tapanuli dan kelestarian ekosistem Batang Toru dengan mengadakan pelatihan dan membentuk kader konservasi berbasis kearifan lokal masyarakat pada 30 April-1 Mei 2019. Pelatihan itu dipusatkan di Dusun Sitandiang, Desa Bulu Mario, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Program tersebut diikuti 22 kader dari tujuh desa di Kecamatan Sipirok dan Marancar. Kegiatan itu mendapat dukungan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Wilayah V Sumatera Utara.

Communication and External Affairs Director PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) Firman Taufick mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya konkret dalam membantu melestarikan spesies orangutan yang berada di ekosistem Batang Toru. Di samping itu, juga untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam melindungi keberlangsungan hidup orangutan di Batang Toru.

Masyarakat setempat sudah memiliki kearifan lokal mengenai orangutan yang didapatkan secara turun-temurun. Penguatan pemahaman dan keterampilan masyarakat ini akan menjadi langkah awal PLTA Batang Toru bersama pemerintah dan masyarakat dalam membentuk kader-kader konservasi berbasis masyarakat.

“Kader-kader konservasi ini diharapkan akan siap untuk kemudian menjadi satuan tugas (satgas) konservasi yang terlegitimasi pemerintah. Kami percaya bahwa masyarakat harus dijadikan elemen penting perlindungan orangutan,” kata Firman.

 



Sumber: Investor Daily