Aman, Pasokan BBM dan LPG di Sulawesi Jelang Idulfitri

Aman, Pasokan BBM dan LPG di Sulawesi Jelang Idulfitri
Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Ignatius Tallulembang (tengah) berbincang dengan General Manager MOR VII Pertamina Chairul Alfian Adin (kiri) saat meninjau Depot LPG di Makassar dalam rangkaian safari Ramadan di Area MOR VII Makassar, Jumat, 17 Mei 2019. ( Foto: B1/Primus Dorimulu )
Primus Dorimulu / AB Sabtu, 18 Mei 2019 | 06:56 WIB

Makassar, Beritasatu.com - Sekitar 17 hari jelang Idulfitri, pasokan BBM dan LPG untuk enam provinsi di Sulawesi dinyatakan aman. Stok BBM dan LPG cukup untuk 15 hari dan sudah memperhitungkan peningkatan permintaan dua pekan menjelang Lebaran dan dua pekan setelah Lebaran.

"Persediaan BBM dan LPG di MOR VII aman," kata GM Marketing and Operation Region (MOR) VII Pertamina, Chairul Alfian Adin kepada Beritasatu.com di Makassar, Jumat (17/5/2019). MOR VII mencakup Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.

Pada Jumat (17/5/2019) pagi, Chairul mendampingi Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Ignatius Tallulembang meninjau Depot Pertamina di Makassar untuk memastikan persediaan BBM dan LPG. Setiap Ramadan, terutama dua pekan menjelang dan sesudah Idulfitri, konsumsi BBM dan LPG, meningkat. Menjelang Idulfitri tahun ini, semua direksi Pertamina turun ke beberapa provinsi untuk memastikan kesiapan pasokan BBM dan LPG.

Ignatius Tallulembang.

"BBM satu harga di Sulawesi bukan isu karena harga di berbagai wilayah umumnya sama. Namun, Pertamina sudah membangun 14 titik BBM satu harga dan tahun ini akan dibangun lagi tiga titik BBM satu harga," kata Chairul.

Pada masa normal, kata Chairul, persediaan Premium cukup 3.900 kiloliter (kl) per hari. Namun, pada saat ada hari raya, seperti Idulfitri, kebutuhan meningkat menjadi 4.000 kiloliter. Kebutuhan Pertalite meningkat dari 2.800 kiloliter menjadi 3.000 kiloliter. Pertamax yang pada masa normal 157 kiloliter akan meningkat ke 172 kiloliter. Dexlite hanya naik tipis dari 46 kiloliter ke 47 kiloliter. Namun, Biosolar turun tipis dari 2.350 kiloliter ke 2.300 kiloliter karena kegiatan industri menurun di hari libur.

Stok LPG juga aman. Diperkirakan, konsumsi meningkat dari 1.490 metrik ton ke 1.600 metrik ton per hari.

"Satgas sudah ada sejak Maret 2019 untuk mengamankan pemilu. Dengan demikian, mereka sudah sangat profesional menangani pasokan BBM dan LPG. Setiap hari ada laporan perkembangan stok," kata Chairul.

Kontribusi Pertamina
Pada Jumat (17/5/2019) malam, keluarga Pertamina MOR VII berbuka puasa bersama 300 yatim piatu dari enam panti asuhan. Ini adalah acara rutin yang dilakukan Pertamina setiap tahun.

Buka puasa bersama yatim piatu.

Mengutip UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN, Ignatius menjelaskan sebagai BUMN, Pertamina hadir untuk rakyat. Kehadiran Pertama harus dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Secara khusus, kehadiran Pertamina harus bisa mendorong kegiatan ekonomi lewat ketersediaan energi. Meski sebagai perusahaan, Pertamina harus meraih untung, sebagai BUMN, Pertamina harus melaksanakan penugasan negara. Ada public service obligation (PSO), yang mewajibkan Pertamina menyediakan energi yang terjangkau oleh seluruh masyarakat sesuai Pasal 33 UUD 1945.

Dalam tiga tahun terakhir, Pertamina menjalankan BBM satu harga demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. BBM satu harga sudah mencapai 183 titik. Pertamina juga memberikan bantuan kepada usaha kecil.

Pada 2018, Pertamina membayar pajak kepada negara hingga Rp 120 triliun. Pada tahun yang sama, investasi Pertamina mencapai US$ 4,5 miliar.



Sumber: BeritaSatu.com