Kasus Pengadaan Kapal, KPK Juga Geledah Kantor Ditjen Sumber Daya KKP

Kasus Pengadaan Kapal, KPK Juga Geledah Kantor Ditjen Sumber Daya KKP
Penggeledahan KPK. ( Foto: Antara / Rivan Awal Lingga )
Fana Suparman / JAS Sabtu, 18 Mei 2019 | 07:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor PT Daya Radar Utama di Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara, Jumat (17/5/2019). Tak hanya kantor PT Daya Radar Utama, tim penyidik KPK juga menggeledah kantor Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Kantor PT Daya Radar Utama (DRU) digeledah tim penyidik KPK pada hari ini, Jumat (17/5/2019). Sementara penggeledahan di kantor Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP digelar tim penyidik sehari sebelumnya atau Kamis (16/5/2019).

"Saya dapat informasinya kemarin di salah satu unit Eselon 1 ya di KKP dan yang hari ini di PT DR tersebut," kata Jubir KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (17/5).

Penggeledahan di dua lokasi yang berlangsung pada Kamis dan Jumat itu terkait penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan atau pembelian kapal. Penggeledahan di kantor KKP diduga terkait dengan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan empat unit kapal volume 60 meter di KKP. Dalam kasus ini, KPK dikabarkan menetapkan dua orang tersangka yang terdiri dari pejabat KKP dan bos PT Daya Radar Utama.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Febri enggan membeberkan lebih jauh mengenai kasus maupun tersangka baru kasus tersebut. Namun Febri tak membantah penggeledahan di Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan berkaitan dengan penggeledahan di kantor PT Daya Radar Utama.

"Terkait. Soal kasusnya nanti akan disampaikan tetapi kenapa kami melakukan proses penggeledahan itu berarti di lokasi-lokasi tersebut kami duga ada bukti-bukti dalam proses penyidikan ini," katanya.

Dalam penggeledahan di kantor Dijten Pengawasan dan Sumber Daya kelautan, tim penyidik menyita sejumlah dokumen dan berupa bukti elektronik terkait dengan pengadaan kapal dalam penggeledahan tersebut.

"Ada dokumen-dokumen yang kami sita terkait dengan pengadaan ya terkait dengan pengadaan kapal dan juga barang bukti elektronik," kata Febri.

Sebelumnya Ketua KPK, Agus Rahardjo membenarkan jika pihaknya telah meningkatkan status kasus dugaan korupsi terkait pengadaan atau pembelian kapal ke tahap penyidikan. Peningkatan kasus itu disertai dengan penetetapan tersangka.

Peningkatan kasus itu mengemuka sering digeledahnya kantor PT Daya Radar Utama di Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara, Jumat (17/5/2019).

"Biasanya kalau ada penggeledahan itu terkait dengan pasti ada penyidikan karena kalau sudah upaya paksa," kata Agus.

Penggeledahan di kantor PT Daya Radar Utama diduga terkait dengan kasus dugaan korupsi pengadaan 16 kapal cepat patr‎oli Bea dan Cukai. Proyek pengadaan itu ditaksir lebih dari Rp 1 triliun. Diduga proyek itu merugikan keuangan negara sekitar Rp 100 miliar lebih.

Keterkaitan penggeledahan di kantor Ditjen Pengawasan dan Sumber Daya Kelautan dan penggeledahan di kantor PT Daya Radar Utama lantaran kedua perkara tersebut menjerat salah satu petinggi PT Daya Radar Utama.

Meski demikian, Agus masih enggan membeberkan secara rinci identitas petinggi PT Daya Radar Utama yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Agus berjanji pihaknya akan segera menyampaikan informasi kasus tersebut secara rinci.

"Kita tunggu saja. Nanti kan pasti kan selalu setiap tahapan kalau begitu kita mengeluarkan Sprindik selalu diumumkan terbuka," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan