Polisi: Endang Siapkan 6 Bom Untuk Diledakkan di Aksi 22 Mei

Polisi: Endang Siapkan 6 Bom Untuk Diledakkan di Aksi 22 Mei
Sejumlah barang bukti yang diamankan dari terduga teroris Endang alias AR (51) di kediamannya Nangewer, Cibinong, Bogor, Kabupaten Bogor, Sabtu (18/05/2019). ( Foto: Beritasatu.com / Vento Saudale )
Vento Saudale / FMB Sabtu, 18 Mei 2019 | 15:21 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Sejumlah barang bukti bahan peledak daya ledak tinggi (high explosive) diamankan dari terduga teroris Endang alias AR (51) di Bogor. Di antaranya enam rakitan bom yang sudah siap ledak dan direncanakan digunakan Endang ketika aksi massa 22 Mei di KPU Jakarta.

Hal tersebut dikatakan Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo saat rilis penangkapan terduga Endang di kediamannya, Nangewer, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (18/5/2019).

"Kemampuan E dalam merakit bom jauh lebih tinggi, sifatnya high explosive. Ada enam buah bom yang sudah jadi, siap ledak. Berbahan TATP dan nitrogliserin, juga beberapa panci vakum, dan rice cooker," jelas Dedi.

Kata dia, dari sejumlah barang bukti yang diamankan. Polisi mengetahui bahwa Endang, termasuk perakit bom yang militan atau memiliki kemampuan merakit bom daya ledak tinggi. Selain itu, Endang juga mempunyai labotarium untuk menguji beberapa bom rakitannya.

"Barang bukti bahan peledak sangat banyak. Ada juga satu detonator (pemicu ledakan) dan bom panci. Tergetnya, aksi massa 22 Mei di KPU di Jakarta, juga sasarannya pihak kepolisian. Untuk target polisi bisa kapan saja," paparnya.

Untuk itu, Dedi kembali mengimbau agar pada saat pengumuman hasil Pemilu 2019 masyarakat tidak melakukan aksi massa di gedung KPK Jakarta. Ia meminta agar massa yang merasa tidak puas dengan hasil pemilu dapat menyalurkan melalui jalur resmi, yakni Mahkamah Konstitusi.

Sebelumnya, Detasemen 88 Antiteror menangkap terduga teroris jaringan ISIS di RT02/ RW03 Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Jumat (17/2019).

Kapolres Bogor, Ajun Komisaris Besar Andy M Dicky mengatakan, dalam penangkapan tersebut petugas mengamankan seorang pria terduga teroris berinisial E alias AR (51).

“Penangkapan sekitar pukul 15.30, sampai saat ini masih dilakukan olah TKP oleh jibom dari Gegana Korps Brimob,” kata Dicky.

Dicky mengatakan, selain mengamankan tersangka aparat kepolisian juga mengamankan beberapa bahan baku dan bahan jadi peledak yang dibuat secara rumahan di antara lain adalah TATP dan Nitrogliserin.

Lebih jauh Dicky mengatakan, barang bukti yang diamankan yakni berbagai macam bahan dasar kimia untuk merakit bom, berbagai jenis senjata tajam, rangkaian detonator dan buku-buku cara merakit bom serta buku jihadis.



Sumber: BeritaSatu.com