Jelang Waisak, Kelenteng Sumber Naga Probolinggo Ludes Terbakar

Jelang Waisak, Kelenteng Sumber Naga Probolinggo Ludes Terbakar
Ilustrasi kebakaran ( Foto: Antara/Pradita Utama )
Aries Sudiono / FMB Sabtu, 18 Mei 2019 | 16:08 WIB

Probolinggo, Beritasatu.com - Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) atau Kelenteng (Tao, Konfusius dan Buddha) Sumber Naga atau Liong Tjwan Bio di Jalan WR Supratman, Kota Probolinggo, Provinsi Jawa Timur (Jatim) ludes terbakar, Jumat (17/5/2019) malam sekitar pukul 23.30 WIB. Diduga penyebab kebakaran api lilin yang membakar atribut kelenteng yang terbuat dari kain dan kertas.

Kelenteng bersejarah itu didirikan sekitar tahun 1865 M, kini berusia sekitar 154 tahun, di atas tanah seluas 1.500 meter persegi oleh Oen Tik Goan atau Wen Baocang, dengan ruang utama suci tuan rumah (dewa utama) Kongco Tan Hu Cin Jin.

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin didampingi Kapolres Kotra Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal yang dikonfirmasi, Sabtu (18/5/2019) dini hari tadi mengaku sangat prihatin atas musibah yang dialami TITD Sumber Naga yang sebenarnya hendak merayakan Hari Raya Waisak, Minggu (19/5/2019) besok. “Kelenteng Sumber Naga ini merupakan bangunan cagar budaya di Kota Probolinggo yang sudah menjadi junjungan wisatawan dalam dan luar negeri,” ujar Hadi.

Sementara itu Kapolres menambahkan, pihaknya baru (bisa) mendatangkan tim peneliti dari Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Surabaya untuk melakukan penyelidikan awal titik percikan api yang meludeskan hampir seluruh bangunan utama kelenteng berwarna merah dan kuning emas itu. Baik Hadi maupun Alfian belum bisa memastikan, apakah pengelola kelenteng sudah memiliki kelengkapan dan menggunakan alat pemadam kebakaran api ringan (PKAR) ketika melihat ada percikan api mulai terjadi.

“Penyebab api kebakaran menurut keterangan saksi berasal dari lilin yang meleleh dan menyambar kain selendang (mirip spanduk) hingga membakar ruang atau gedung utama kelenteng (tengah) dan dua bangunan penunjang di kanan-kiri gedung utama,” ujar AKBP Alfian.

Dari pengamatan sementara, gedung utama kelenteng yang banyak menggunakan tiang kayu kuno sebagai pilar dan sejumlah patung dewa, di antaranya Dewa Kwan Kong dan Kwan Im, semuanya menjadi hangus.

Salah seorang pengurus kelenteng, Santoso yang dikonfirmasi terpisah, Sabtu tadi pagi menyatakan, tidak ada barang berharga di Kelenteng Sumber Naga yang bisa diselamatkan dari kobaran api. Hanya patung-patung dewa berukuran kecil yang dapat dievakuasi. “Yang lainnya terpanggang api,” ujarnya dengan nada haru. Belum diketahui pasti, bagaimana dengan nasib jemaat yang akan bersembahyang Hari Raya Waisak, Minggu besok pagi. Bisa jadi umat akan memilih bersembahyang di kelenteng di luar Kota Probolinggo. 



Sumber: Suara Pembaruan