Polri: Aparat Pengamanan 22 Mei Tak Dibekali Senjata Api

Polri: Aparat Pengamanan 22 Mei Tak Dibekali Senjata Api
Karopenmas Divhumas Polri Dedi Prasetyo dan Kabag Penum Divhumas Polri Asep Adi Saputra, menunjukkan sejumlah gambar barang bukti hasil penangkapan sejumlah teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 6 Mei 2019. ( Foto: ANTARA FOTO / Indrianto Eko Suwarso )
Oktaviana Maria / ANA Sabtu, 18 Mei 2019 | 17:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan bahwa aparat gabungan TNI-Polri yang melakukan pengamanan 22 Mei saat pengumuman hasil Pemilu 2019 tidak dilengkapi dengan senjata api dan peluru tajam. Aparat keamanan hanya dilengkapi tameng, gas air mata, dan water canon.

"Konsep pengamanan Polri untuk tanggal 22 Mei yang akan datang bersama dengan rekan-rekan TNI, paling pokok adalah seluruh aparat keamanan yang melaksanakan pengamanan tidak dibekali senjata api dan peluru tajam" ujar Dedi

"Semua anggota yang melakukan pengamanan pada 22 Mei hanya dilengkapi tameng, gas air mata, water canon" tambah Dedi.

Dedi mengatakan seluruh aparat keamanan telah diinstruksikan bahwa tidak boleh membawa senjata api dan peluru tajam saat mengamankan aksi 22 Mei. Jika ditemukan ada di antara demonstran yang membawa senjata api dan peluru tajam maka patut diduga serangan teroris.

"Apabila nanti tanggal 22 Mei ada yang menggunakan peluru tajam maka patut diduga bahwa itu adalah serangan terorisme. karena aparat keamanan tidak boleh, ini sudah perintah dari pimpinan tidak boleh membawa senjata api dan peluru tajam di saat mengamankan seluruh aksi masyarakat" jelas Dedi.

Selain itu, Dedi menyebutkan TNI-Polri telah mempersiapkan tim anti anarkis untuk menghadapi kemungkinan adanya anarkis di 22 Mei.

"Kita juga mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi, TNI-Polri sudah memiliki tim anti anarkis" lanjut Dedi.

Lihat Video:



Sumber: BeritaSatu TV