Ketua DPRD Ciamis Hingga GP Ansor Serukan Tolak People Power

Ketua DPRD Ciamis Hingga GP Ansor Serukan Tolak People Power
Rapat koordinasi (Rakor) lintas sektoral di Polres Ciamis. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Minggu, 19 Mei 2019 | 20:47 WIB

Ciamis, Beritasatu.com - Isu People Power atau Gerakan Kedaulatan Rakyat di Ciamis dan Pangandaran terus mendapat penolakan dari sejumlah tokoh dan masyarakat.

Baca Juga: Aparat Pengamanan 22 Mei Tak Dibekali Senjata Api

Ketua DPRD Ciamis, Nanang Permana, mengajak masyarakat untuk menonton tayangan Power Rangers daripada ikut-ikutan people power.

"People power yang mana lagi? people power itu 17 April untuk menegakkan kekuasaan, untuk memilih siapa yang berkuasa memimpin negeri ini, sudah selesai," ujar Nanang dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Minggu (19/5/2019).

Baca Juga: Multaqo Ulama Ciamis Sepakat Tolak People Power

Nanang menambahkan, apabila ada people power yang lain, maka itu merupakan people power tandingan yang artinya ilegal.
Karena, kalau people power untuk merubuhkan kekuasaan, paling tidak harus ada gejala sosial 80 persen rakyat tidak puas dengan kepemimpinan.

"Data survei, 70 persen rakyat puas terhadap Jokowi. Lebih baik, dari pada people power, nonton Power Rangers saja ya," seloroh Nanang.

Ketua GP Ansor Kabupaten Ciamis, Dandeu Ri’fai, juga ikut menyerukan penolakan people power. Menurutnya, bulan Ramadan diharapkan bisa dijadikan momentum untuk mempersatukan kembali perbedaan yang terjadi selama proses Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilu Legislatif. Meski konstelasi politik selama proses Pilpres berjalan ketat, namun dirinya yakin seluruh rakyat Indonesia bisa melewatinya dengan aman tanpa perpecahan.

"Apalagi sekarang bulan ramadan. Seperti diketahui bahwa bulan suci ini penuh dengan keberkahan. Beribadah dan berbuat baik selama bulan ramadhan tentu akan mendapat pahala yang lebih," tegas Dandeu.

Baca Juga: Polda Metro Siapkan Pengamanan di KPU

"Jadi, kami mangajak kepada semua elemen bangsa untuk bersama-sama merekatkan persatuan dan kesatuan. Apabila ada gesakan selama Pilpres, mari kita saling memaafkan dan songsong masa depan Indonesia yang lebih baik," imbuh Dandeu.

Mengenai isu people power untuk menolak hasil Pilpres, kata Dandeu, sebaiknya abaikan saja. Karena hal itu sebuah kesia-siaan belaka. "Apalagi harus meninggalkan hal-hal yang lebih utama di bulan ramadan. Tentu itu perbuatan sangat sia-sia," tegas Dandeu.

Dandeu menduga ada pihak-pihak ingin memanfaatkan situasi dibalik isu people power. Hal itu harus diantisipasi bersama-sama, baik oleh masyarakat, termasuk pihak terkait dalam hal ini TNI dan Polri.

"Kami sangat mendukung upaya Polri dan TNI dalam menciptakan ketertiban dan keamanan di Ciamis dan Pangandaran. Jadi, jangan beri ruang kepada siapapun yang ingin melakukan kekacauan di tengah masyarakat," tegas Dandeu.

 



Sumber: BeritaSatu.com