Jelang 22 Mei, Kapolda, Pangdam dan Gubernur Jateng Ajak Masyarakat Tenang

Jelang 22 Mei, Kapolda, Pangdam dan Gubernur Jateng Ajak Masyarakat Tenang
40 Titik di Jakarta Akan Diamankan Petugas saat 22 Mei ( Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV )
Stefi Thenu / JEM Senin, 20 Mei 2019 | 14:36 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019 pada 22 Mei 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Gubernur Jateng, Kapolda dan Pangdam Diponegoro meminta masyarakat tenang.

Masyarakat diminta menghormati dan menerima keputusan dari KPU sebagai lembaga yang telah ditunjuk dalam melaksanakan pemilu.

Ajakan itu disampaikan ketiga pejabat tersebut saat ngevlog usai ziarah di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal Kota Semarang. Ganjar ngevlog bareng Kapolda Jateng, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Effendi.

"Hari ini tepat pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Mari kita bangkit bersama-sama, bergotong royong bersama-sama untuk menyambut hasil demokrasi yang kita pilih sebagai suatu sistem yang konstitusional. Kalau ada yang tidak puas, silahkan menempuh jalur hukum," kata Ganjar, Senin (20/5/2019).

Ganjar menegaskan, pemerintah tidak akan tinggal diam dengan isu-isu atau rencana yang dapat merongrong persatuan dan kesatuan bangsa. Bersama Kapolda, Pangdam, tokoh agama dan tokoh masyarakat, Ganjar akan berusaha mewujudkan keamanan dan ketentraman di Jawa Tengah.

"Saya bersama Kapolda, Pangdam dan tokoh agama serta tokoh masyarakat sudah berjanji, bahwa akan bersatu padu dalam menjaga keamanan. Kita akan jaga kenyamanan dan perasaan saudara-saudara kita dengan senyum. Sekali lagi, dengan senyum," tegasnya.

Untuk mengademkan suasana, Ganjar berencana menggelar istigasah doa bersama. Tidak hanya dengan masyarakat muslim, acara istighosah dan doa bersama juga akan melibatkan berbagai agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragam (FKUB).

"Menjelang tanggal 22 Mei, kami akan menggelar istighosah dan doa bersama bareng tokoh-tokoh lintas agama. Akan kami kumpulkan untuk mendoakan Indonesia. Mudah-mudahan itu bisa mengademkan suasana," pungkasnya.

Di tempat yang sama, Ketua MUI Jateng, KH Ahmad Darodji mengatakan, tidak ada alasan yang membenarkan untuk melakukan aksi protes pada hasil pemilu. Sebab sebelumnya semua sudah sepakat, bahwa ada mekanisme dalam penyelenggaraan pemilu.

"Sudahlah, kita terima hasil keputusan dari penyelenggara pemilu, yakni KPU dan Bawaslu. Kepada pihak yang merasa dirugikan, apakah merasa dicurangi, merasa tidak pas, silahkan protes melalui jalur hukum," ujar kiai Darodji.

Tidak perlu lagi masyarakat saling sikut dan terpecah belah. Apalagi, saat ini merupakan bulan Ramadhan, bulan yang harus diisi dengan hal-hal yang baik.

Untuk itu, pihaknya mendukung langkah Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo yang akan melaksanakan istigasah dan doa bersama jelang tanggal 22 Mei.

"Semoga dengan istighosah itu, tidak ada hal-hal yang dapat memecah belah kita semuanya. Bersama semua tokoh lintas agama dalam FKUB, kita akan berdoa untuk menjaga kebersamaan, persatuan dan kesatuan bangsa," tandasnya.



Sumber: Suara Pembaruan