KPU Umumkan Pemenang Pilpres, Ganjar: Aksi 22 Mei Tidak Perlu

KPU Umumkan Pemenang Pilpres, Ganjar: Aksi 22 Mei Tidak Perlu
Ketua KPU RI Arif Budiman (dua kanan) dan ketua Bawaslu RI Abhan (dua kiri), bersama saksi pasangan capres cawapres TKN 01 (kiri), dan saksi pasangan capres cawapres BPN 02 (kanan) usai menyerahkan dokumen pengumuman rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat nasional dan penetapan hasil Pemilihan Umum tahun 2019, di gedung KPU, Jakarta, Selasa 21 Mei 2019 dini hari. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
Stefi Thenu / FER Selasa, 21 Mei 2019 | 13:34 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, mengapresiasi langkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang telah mengumumkan hasil perolehan suara pada Pilpres 2019. Langkah KPU dinilai sangat tepat, untuk menghindari terjadinya konflik di tengah masyarakat.

Seperti diketahui, KPU telah mengumumkan hasil rekapitulasi perolehan suara pada pemilu tahun 2019 pada Senin (20/5/2019) malam. Hasil rekapitulasi KPU, pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin menjadi pemenang Pilpres 2019 dengan perolehan suara 85.607.362 atau 55,5 persen. Sementara, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memperoleh 68.650.239 atau 44,5 persen.

"Dengan diketahuinya hasil pemilihan umum lebih awal tersebut, maka tidak ada alasan lagi bagi masyarakat menggelar aksi people power pada 22 Mei," kata Ganjar ditemui usai dialog interaktif Mas Ganjar Menyapa di Puri Gedeh Semarang, Selasa (21/5/2019).

Menurut Ganjar, yang ditunggu saat ini adalah pernyataan para elite politik terhadap hasil rekapitulasi KPU tersebut.

"Syukur-syukur siang ini para elite saling mengeluarkan statement yang menenangkan dan menentramkan semuanya, sehingga tidak perlu lagi ada gerakan yang lain yang dapat meretakkan persatuan," harap Ganjar.

Menyoal kondisi terkini di wilayahnya, Ganjar menegaskan, sampai saat ini situasi masyarakat Jateng masih kondusif.

"Jateng sampai tadi malam tidak ada yang ramai-ramai. Tidak ada pengerahan masa ke Jakarta, Semarang ndak ada, Solo ada 6 orang. Memang kita tidak bisa menghalangi, namun saya kira masyarakat di Jateng sudah sadar," ujar Ganjar.

Menurut Ganjar, di wilayah Jateng tidak ada keramaian dan keributan berarti, situasi dan kondisi semuanya dipastikan aman dan kondusif.

"Mungkin ini karena berkah puasa, jadi banyak yang bisa menahan diri, dan itu menyenangkan buat kita," tandas Ganjar.



Sumber: Suara Pembaruan