Gunung Merapi Sudah Setahun Berstatus Waspada

Gunung Merapi Sudah Setahun Berstatus Waspada
Lava pijar Gunung Merapi. ( Foto: Antara )
Fuska Sani Evani / JEM Selasa, 21 Mei 2019 | 14:52 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Tepat satu tahun status Gunung Merapi ditetapkan sebagai Level II (Waspada) atau ditetapkan sejak  21 Mei 2018. Pada Senin (20/5/2019), gunung api teraktif di Pulau Jawa tersebut, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan mengeluarkan 11 kali guguran lava pijar.

Sedang sejak pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB, Selasa (21/5/2019), terjadi lima kali gempa guguran dengan visual lemah.

Berdasarkan data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogykarta, pada periode Minggu (19/5/2019) pukul 18.00 WIB hingga Senin (20/5/2019) pukul 06.00 WIB, terjadi satu kali luncuran awan panas sejauh 1,1 kilometer menuju ke areah sungai gendol pada pukul 15:37 WIB. Awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 65 mm dan durasi 118 detik.

Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida menyebut jarak luncur guguran lava pijar bervariatif antara 350 hingga 1.500 meter dari puncak.

Kendati demikian, Hanik mengimbau agar masyarakat tetap melakukan aktivitas sehari-hari dengan tetap memeperhatikan radius aman yakni tiga kilometer dari puncak.

"Area dalam radius 3 km dari puncak Gunung Merapi agar tidak ada aktivitas manusia dan masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di sekitar puncak Gunung Merapi," katanya.

Masih pada rekomendasi untuk menghindari radius 3 kilometer dari puncak Merapi, panjangnya waktu penetapan status pada level II menurut Hanik Humaida, tetap berdasar pendataan aktivitas vulkanik Merapi.

“Belum bisa diketahui, kapan krisis ini akan berakhir, apakah akan meningkat atau justru menurun dan kembali ke normal. Kami bekerja sesuai data seismik dan kondisi Merapi,” ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan