Warga Tolak Kadus Perempuan, Sulltan: Semua Punya Hak yang Sama di Jabatan Publik

Warga Tolak Kadus Perempuan, Sulltan: Semua Punya Hak yang Sama di Jabatan Publik
Sri Sultan Hamengku Buwono X. ( Foto: Antara )
Fuska Sani Evani / JEM Selasa, 21 Mei 2019 | 14:59 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Menananggapi penolakan sejumlah warga atas terpilihnya Yuli Lestari, sebagai Dukuh atau Kepala Dusun (Dusun) Pandeyan Sewon Bantul, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta seluruh masyarakat di wilayah ini untuk menghormati hasil pemilihan kepala dusun di Pandeyan, Bangunharjo, Sewon, Bantul.

Sultan minta agar tidak membeda-bedakan pemimpin berdasarkan jenis kelamin, suku, ataupun agama. "Siapa pun punya hak yang sama. Tidak bisa membeda-bedakan suku, agama, perempuan dan laki-laki, dan hanya karena alasan sepele, " ucapnya Sultan, Senin (20/5/2019).

Dikatakan Sultan, pihaknya akan menanyakan sebab penolakan tersebut dan menyebutkan indikasi motif yang sama dengan kejadian di Banguntapan dan Kotagede atau diskriminasi berdasar agama.

Menurut Sultan, penolakan itu tidak tepat karena selama ini di Indonesia tidak ada pendikotomian berdasarkan gender baik laki-laki maupun perempuan maupun suku atau agama yang dianut dalam konteks hak untuk dipilih menjadi pemimpin.

"Republik ini kan tidak membedakan orang perempuan maupun laki-laki maupun membedakan sulu dan agama. Semua diperlakukan sama," kata dia.

Sultan juga mengirim utusan ke Kabupaten Bantul untuk mengecek kebenaran kasus penolakan dukuh perempuan di Dusun Pandeyan, Desa Bangunharjo oleh warganya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang Dukuh terpilih bernama Yuli Lestari (42) di Dusun Pandeyan, Desa Bangunharjo, Bantul ditolak oleh warganya sendiri. Padahal, Yuli telah memenuhi persyaratan dan mengikuti tes serta mengungguli calon lainnya dalam pemilihan kepala dusun setempat.

Yuli Lestari (41) mendapatkan nilai tertinggi dalam bursa pemilihan Dukuh di Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul. Ia mampu mengalahkan lima kandidat lainnya.

Yuli berhak menduduki jabatan Dukuh Pandeyan dengan mendapatkan nilai 73,9. Urutan kedua dan seterusnya ditempati oleh Daryanto dengan nilai 67.0, Dwi Nor Wibowo 65,4, Ahyan Haerani 62,0, Anas Yunarto 59,7 dan Aan Ikwanuddin dengan nilai 59,4.

Bupati Bantul Drs H Suharsono juga menyebutkan, tidak ada aturan yang melarang Dukuh dijabat oleh seorang perempuan.

Apalagi, proses pengisian jabatan Pamong tersebut, menurut dia sudah sesuai prosedur dan aturan. "Tidak ada alasan untuk membatalkan," katanya.

Suharsono mengatakan justru dirinya yang akan dinyatakan melanggar aturan, apabila membatalkan pelantikan Yuli Lestari sebagai Dukuh.

Ia kemudian mempersilakan apabila ada warga yang keberatan dan hendak membawa persoalan ini keranah hukum. Dirinya siap menghadapi.



Sumber: Suara Pembaruan