Pacific Place Dukung Peningkatan Kualitas PAUD

Pacific Place Dukung Peningkatan Kualitas PAUD
Pacific Place Jakarta bekerja sama dengan PAUD Institut meluncurkan program kegiatan pendampingan bagi empat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Ruang Mediterania Function Room, Pacific Place, Jakarta, Selasa (21/5/2019). (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Indah Handayani / FER Selasa, 21 Mei 2019 | 21:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pacific Place Jakarta untuk keenam kalinya bekerja sama dengan PAUD Institut meluncurkan program kegiatan pendampingan bagi empat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Keempat PAUD binaan tersebut adalah PAUD Nurul Iman dan PAUD Al Ishlah Kelurahan Gandaria Utara, PAUD Permata Bunda Kelurahan Cipete Utara dan PAUD Mawar Kelurahan Rawa Barat.

Advisor CSR Pacific Place Jakarta, Anhar, mengatakan, program tersebut dijalankan sebagai bukti komitmen perusahaan dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin keempat yaitu peningkatan kualitas pendidikan melalui implementasi program Pacific Place Care sejak tahun 2015.

"Komitmen tersebut ditujukan secara lebih spesifik untuk pengembangan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Provinsi DKI Jakarta,” jelas Anhar, di Ruang Mediterania Function Room, Pacific Place, Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Anhar menyebutkan, dalam pendampingan ini peserta akan mendapatkan pelatihan, peningkatan kualitas sarana dan prasarana, penataan ruang kelas, studi banding, serta kegiatan parenting dan konseling bagi guru dan orang tua murid. Program pendampingan ini merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) Pacific Place Care yang fokus pada dua pilar, yakni Anak-anak dan Lingkungan.

"Melalui program pendampingan ini, Pacific Place berharap kualitas PAUD akan dapat ditingkatkan, tidak hanya penambahan atau perbaikan sarana dan prasarananya tetapi juga peningkatan kapasitas tenaga pendidik serta orang tua murid sebagai kunci keberhasilan proses belajar anak usia dini," terang Anhar.

Sementara itu, Direktur PAUD Institute yang juga Sekjen Komnas Anak, Dhanang Sasongko menjelaskan, keempat PAUD binaan baru dari Pacific Place Jakarta tersebut akan didampingi selama enam bulan ke depan, terhitung mulai bulan April hingga September tahun ini. Meski demikian, pasca pendampingan para guru PAUD ini masih bisa berkonsultasi kepada PAUD Institut.

Program pendampingan ini terdiri dari program peningkatan kualitas sarana dan prasarana PAUD, Peningkatan Standar Kompetensi Guru dan Peningkatan kompetensi pola asuh orang tua.

"Kami akan memberikan pelatihan tingkat dasar kepada para guru PAUD yang kebanyakan para ibu rumah tangga. Selain itu, kami juga memberikan pelatihan parenting untuk orangtuanya. Total ada 9 materi pelatihan untuk para guru PAUD dan 4 materi parenting untuk orangtua supaya ada interaksi antara orangtua murid dengan pendidiknya," tutur Dhanang,

Sampai dengan saat ini, Pacific Place Jakarta telah melakukan pendampingan terhadap 12 PAUD. Adapun kedua belas PAUD tersebut yaitu, PAUD At-Thalibin di Kelurahan Gandaria Selatan, PAUD Melati Kelurahan Selong, PAUD Kemuning, Kelurahan Petogogan, PAUD Tunas Harapan dan Pelita Bangsa, Kelurahan Cipete Utara, PAUD Wijaya Kusuma, Kelurahan Gandaria Utara, serta PAUD Tulip dan Flamboyan Kelurahan Karet Tengsin, PAUD Pelita Hati Kelurahan Bintaro, PAUD Baiturahman Kemayoran, PAUD Menara Indah Manggarai dan PAUD Tunas Harapan di Kepulauan Seribu.

"Kami berharap melalui program pendampingan ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini serta memotivasi para guru dan orangtua untuk bersinergis dalam mewujudkan generasi penerus berkualitas,” jelas Dhanang.

CSR Asisten Manager Pacific Place, Ari Wahyu, menambahkan, selain melakukan pendampingan PAUD dengan meningkat kompetensi guru dan orang tua, Pacific Place akan meningkatkan kesejakteraan guru PAUD melalui program warung PAUD. Sebagai pilot project, Pacific Place telah membentuknya di Kelurahan Gandaria Selatan, Jakarta Selatan.

"Masih banyak tantang bagi kami untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi guru. Kami memberikan bantuan modal, para guru PAUD dilatih tentang bisnis warung yang menjadi unit bisnis yang kemungkinan bisa lebih besar lagi," jelas Ari Wahyu.



Sumber: BeritaSatu.com