Polres Lumajang Gagalkan 21 Warga Hendak Demo ke Jakarta

Polres Lumajang Gagalkan 21 Warga Hendak Demo ke Jakarta
Kapolres Lumajang, AKBP M Arsal Sahban memeriksa tas warga yang hendak berangkat ke Jakarta untuk berunjuk rasa memprotes hasil Pilpres 2019, Selasa, 21 Mei 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Gardi Gazarin )
Gardi Gazarin / JAS Selasa, 21 Mei 2019 | 23:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polres Lumajang Jawa Timur membatalkan keberangkatan 21 warga setempat yang akan mengikuti aksi unjuk rasa memprotes hasil Pilpres 2019 di Jakarta pada 22 Mei 2019. Mereka mengaku niat berangkat ke Jakarta sebagai bentuk solidaritas.

Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban kepada Suara Pembaruan Selasa (21/5/2019) malam mengatakan guna mengantisipasi keberangkatan warga ke Jakarta, pihaknya terus mengintensifkan operasi penyekatan massa. Polisi juga melakukan pendekatan kepada masyarakat Lumajang yang akan berangkat ke Jakarta agar mengurungkan niatnya.

Upaya polisi tersebut ternyata mendapatkan sambutan baik. "Berkat berbagai upaya pendekatan kekeluargaan akhirnya ke-21 masyarakat Lumajang tersebut tidak jadi berangkat mengikuti aksi masa" ujar Arsal.

Menurut Kapolres, sebenarnya warga yang hendak berangkat ke Jakarta ini juga adalah korban. Mereka adalah korban hoax, yang tidak paham fakta yang sesungguhnya. Warga yang ingin ke Jakarta itu termakan oleh permainan narasi yang di sebar dalam informasi hoax.

"Kita semua paham bahwa proses pemilu serentak berlangsung sangat transparan. setiap proses tahapannya TNI dan Polri ikut mengamankan. dalam setiap proses perhitungan ada saksi dari masing-masing kubu dan juga setiap orang yang lewatpun boleh menyaksikan dan boleh memfoto hasil perhitungan, tidak ada larangan sama sekali. Jadi secara fakta, tidak ada potensi curang yang dapat dilakukan oleh penyelenggara pemilu.



Sumber: Suara Pembaruan