Tabanan Komitmen Jaga Subak Jatiluwih

Tabanan Komitmen Jaga Subak Jatiluwih
Subak di Bali. ( Foto: Boombastis.com )
Bernadus Wijayaka / BW Rabu, 22 Mei 2019 | 15:26 WIB

Tabanan, Beritasatu.com - Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti menghadiri rapat koordinasi dalam rangka membentuk Badan Pengelola Warisan Budaya Dunia (BPWBD) di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemko PMK), Selasa (21/5/2019).

Bupati Eka berkomitmen akan segera membentuk BPWBD guna menjaga Subak Jatiluwih. “Saat ini belum ada payung hukum untuk Badan Pengelola WBD Jatiluwih. Untuk saat ini status Jatiluwih adalah situs cagar budaya yang berlandaskan Undang-undang No 11/2010 tentang Cagar Budaya. Kami akan segera berkoordinasi dengan Provinsi Bali, Kemko PMK, Kemdikbud, Bappenas, Kemtan, Kempupera, dan intansi terkait lainnya untuk segera membentuk Badan Pengelola WBD tersebut. Selain itu, mengubah statusnya menjadi kawasan cagar budaya. Nantinya Badan Pengelola WBD akan dikomandoi Gubernur Bali atas dasar SK dari Kemko PMK,” ujar Bupati Eka dalam keterangan tertulis kepada Beritasatu.com, Rabu (22/5/2019).

Bupati Eka memaparkan, pemerintah telah melakukan berbagai program untuk menyejahterakan petani Jatiluwih. Menurutnya, Tabanan tidak menerima dana apa pun dari UNESCO sebagai pemberi status WBD.

"Namun, kami terus berusaha untuk menyejahterakan petani kami. Program yang kami lakukan adalah pembebasan pajak bumi bangunan kepada para petani, memberikan subsidi bibit dan pupuk. Kemudian, asuransi jika terjadi gagal panen, memberikan pelatihan untuk mengolah hasil pertanian, membeli hasil pertanian dengan harga yang tinggi, pemberian asuransi kesehatan, dan santunan kematian serta program pro petani lainnya,” katanya.

Bupati Eka menjelaskan, Jatiluwih memiliki saluran irigasi yang sangat baik. Sejak 2012 kawasan Jatiluwih telah dijadikan Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.

“UNESCO menetapkan Jatiluwih karena dianggap memiliki kebudayaan untuk menjaga tata kelola persawahan dengan sangat baik, dan sulit dipertahankan di zaman sekarang," tutur Bupati Eka.



Sumber: Suara Pembaruan