Ridwan Kamil: Tidak ada Pergerakan di Jabar

Ridwan Kamil: Tidak ada Pergerakan di Jabar
Ridwan Kamil. ( Foto: Antara )
Adi Marsiela / FER Rabu, 22 Mei 2019 | 21:51 WIB

Bandung, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil, menyatakan, kondisi di wilayah dengan penduduk yang mencapai sedikitnya 46,5 juta jiwa secara umum aman.

"Tidak ada pergerakan di 27 kabupaten dan kota,” kata Ridwan di Gedung Pakuan, Bandung, Rabu (22/5/2019).

Pernyataan itu dia sampaikan usai berkoordinasi dengan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jabar, Inspektur Jenderal Rudy Sufahriadi serta para bupati dan wali kota di wilayah Jabar. "Mereka menyatakan hal yang sama,” ujar Ridwan.

Terkait kondisi yang berkembang di sebagian titik di Jakarta, Ridwan mengungkapkan, sebaiknya semangat menyampaikan pendapat jangan dicederai dengan provokasi. Kondisi itu berdampak luas pada publik.

"Yang dirugikan masyarakat, tidak bisa kerja. Mobil terbakar, mereka yang meninggal dunia. Ada kesedihan mendalam jika proses berkompetisi tidak lewat hal yang konstitusional,” papar Ridwan.

Dia juga menyatakan duka cita mendalam terkait informasi meninggalnya seorang warga Depok akibat kericuhan di sekitar kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta.

"Dia juga warga Jabar. Saya sudah mintakan protokoler mengirimkan bunga. Mudah-mudahan semua beres hari ini,,” tutur Ridwan.

Perkembangan situasi di Jakarta, sambung Ridwan, perlu mendapatkan perhatian semua pihak, termasuk media massa. Permintaannya ini terkait dengan maraknya disinformasi dan misinformasi yang beredar via media sosial. Dia meminta media massa untuk menjaga agar informasi yang diedarkan ke masyarakat bernada optimisme. "Memang breaking news itu anomali, ya bad news (yang disiarkan),” terangnya.

Ridwan berharap semua pihak bisa menjaga persatuan dan kesatuan. "Jangan pesimis melihat Indonesia. Masyarakat cenderung terbelah oleh pilihan duniawi dan butuh waktu panjang buat menjahitnya kembali," tambah Ridwan sembari mengingatkan perkembangan teknologi memiliki dampak positif dan negatif pada waktu berbarengan.



Sumber: Suara Pembaruan