Situasi Bundaran HI Aman Terkendali

Situasi Bundaran HI Aman Terkendali
Jalan MH Thamrin sisi Barat, dari arah Bundaran HI ke Bawaslu ditutup, Selasa, 21 Mei 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun )
/ JAS Rabu, 22 Mei 2019 | 23:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Satuan (Kasat) Binmas Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Syarif Hidayat memastikan situasi di depan bundaran Hotel Indonesia (HI) aman terkendali, pada Rabu (22/5/2019) malam.

"Silakan dilihat langsung sejak kemarin massa hanya terkonsentrasi di depan Gedung Bawaslu saja. Tidak sampai ke sini," ujarnya.

Puluhan personel polisi anti huru-hara yang dikerahkan di kawasan bundaran HI pun sudah tampak beristirahat setelah pembubaran massa aksi demonstrasi di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekitar jam 22.14 WIB tadi.

Meski demikian, menurut Syarif, polisi tetap akan bersiaga di ruas jalan mengantisipasi adanya situasi tak diduga.

Para personel huru-hara yang sebelumnya beratribut lengkap tampak mulai mengambil posisi di jalan samping kanan Wisma Nusantara, Thamrin, Jakarta Pusat.

Berbagai atribut anti huru-hara seperti helm, tameng dan tongkat pemukul dibiarkan terletak di ruas jalan Thamrin tersebut.

Sebagian lain tampak bersantap malam di sekitar Pos Polisi Resort Metro Jakarta Pusat Sektor Metro Menteng Subsektor Thamrin, Jakarta Pusat tersebut.

Sembari bergerak, beberapa personel sempat mengimbau masyarakat yang masih berkerumun untuk kembali ke rumah.

Meski berlokasi tak jauh dari area demo, suasana di sepanjang Jalan Thamrin terpantau masih kondusif hingga pukul 22.50 WIB tadi.

Selain polisi, tampak pula aparat TNI yang bersiaga dengan satu unit mobil barakuda terparkir di samping pos polisi tersebut.

Syarif mengatakan turut menyesal mendengar adanya korban terluka dari pihak demonstran dan berharap massa tidak terhasut dengan informasi-informasi yang sengaja disebar di media sosial.

"Sebab sebenarnya capek, polisi capek masyarakat yang berdemo juga capek. (Massa) Yang diam aja bikin capek, apalagi kalau massa reaktif," ujar Syarif.



Sumber: ANTARA