BPOM Bengkulu Temukan Makanan Kedaluwarsa Dijual Pedagang

BPOM Bengkulu Temukan Makanan Kedaluwarsa Dijual Pedagang
Ilustrasi makanan kadaluarsa ( Foto: Istimewa )
Usmin / CAH Kamis, 23 Mei 2019 | 08:29 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu, saat menggelar razia menemukan ratusan jenis makanan kedaluwarsa yang masih dipanjang oleh sejumlah pemilik toko di Bengkulu Utara.

"Dari hasil razia kita di sejumlah toko makanan dan minuman di Bengkulu Utara berhasil menemukan ratusan jenis makanan yang sudah kedaluwarsa, tetapi masih dijual dan dipajangkan di dalam toko tersebut," kata Kepala BPOM Bengkulu, Syafrudin, di Bengkulu, Rabu (22/5/2019).

Ia mengatakan, dari ratusan makanan kedaluwarsa yang ditemukan BPOM di Bengkulu Utara tersebut, sebagian berasal dari makanan jenis mie instan dan siap saji, serta ratusan pemanis disita karena tidak memiliki izin edar.

"Semua jenis makanan yang kita temukan di beberapa toko yang sudah kedaluarsa disita guna mengantisipasi barang tersebut dijual kembali pedagang bersangkutan. Soalnya, jika makanan kedaluarsa ini dikonsumsi akan membahayakan kesehatan manusia," ujarnya.

Selain menyita barang kedaluarsa dari pemilik warung atau toki, BPOM juga akan memeriksa memanggil pemilik warung untuk dimintai keterangan. Pemeriksa ini dilakukan untuk memastikan dari mana mereka dapat barang tersebut, berapa banyak pembelinya, dan sudah berapa banyak yang sudah terjual.

Syafrudin menambahkan, selama bulan Ramadan permitaan makanan siap saji, mie instan dan makanan jenis lainnya meningkat, sehingga barang sudah kedalursa masih dijual pedagang kepada konsumen setempat.

"Pemintaan makanan yang tinggi dari konsumen akan dimanfaatkan pedagang menjual barang yang sudah kedaluarsa. Padahal, bahan makanan yang sudah kedaluarsa tidak boleh dijual lagi karena mengancam keselamatan manusia yang mengonsumsi barang tersebut," ujarnya.

Karena itu, BPOM Bengkulu selama bulan Ramadan melakukan razia makanan dan minuman kedaluarsa, serta zat berbahaya di seluruh kabupaten dan kota di Bengkulu. Hal ini dilakukan agar tidak ada pedagang yang curang menjual makanan kedaluarsa ke masyarakat.

Syafrudin mengimbau pedagang pengecer, distributor dan mini market yang ada di Bengkulu, untuk tetap menjaga syarat-sayarat dalam perdagang, terutama memperhatikan persyaratan barang yang akan dijual.



Sumber: Suara Pembaruan