Layani Penukaran Uang Jelang Lebaran, BI Sulteng Siapkan Rp 1,9 Triliun

Layani Penukaran Uang Jelang Lebaran, BI Sulteng Siapkan Rp 1,9 Triliun
Penukaran uang pecahan kecil di Bank Mandiri. ( Foto: Antara )
John Lorry / JEM Kamis, 23 Mei 2019 | 13:26 WIB

Palu, Beritasatu.com - Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tengah (Sulteng) menyiapkan dana sebesar Rp 1,9 triliun untuk melayani penukaran uang bagi warga di wilayahnya menjelang Lebaran 1440 Hijriah.

“Kita akan melakukan kegiatan penukaran uang pada tanggal 27 hingga 28 Mei mulai pukul 09.00 pagi sampai pukul 14.00 siang,” kata Kepala BI Perwakilan Sulteng, Miyono, Rabu (22/5/2019).

Miyono mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi membludaknya masyarakat saat kegiatan penukaran uang menjelang Lebaran, dengan mengerahkan 20 bank konvensional milik pemerintah dan swasta maupun syariah di daerah itu.

“Untuk bank, pesertanya ada 19 ditambah BI jadi 20. Seperti biasa kami akan menyiapkan stan dalam kegiatan penukaran uang yang dilaksanakan di Lapangan Pogombo Kantor Gubernur Sulteng,” kata Miyono.

Dia menjelaskan, selain menyediakan tempat pelayanan penukaran uang baru dalam berbagai pecahan, sejumlah bank juga akan melayani penukaran uang di mobil kas keliling yang telah disiapkan.

Setiap bank akan dibekali uang baru dengan berbagai pecahan sebanyak Rp 174 juta, sehingga jika ditotal tidak kurang dari Rp 6,6 miliar uang baru pecahan Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, dan Rp 2.000 yang akan disiapkan untuk melayani masyarakat yang ingin menukarkan uangnya dengan uang baru.

“Setiap orang akan kami batasi maksimal Rp 3,9 juta dengan rincian pecahan Rp 20.000 yang dapat ditukar maksimal Rp 2 juta, pecahan Rp 10.000 maksimal Rp 1 juta, pecahan Rp 5.000 maksimal Rp 500 ribu dan pecahan Rp 2.000 maksimal Rp 400 ribu,” jelas Miyono.

Pembatasan jumlah uang yang ditukarkan, lanjutnya, dilakukan untuk mengantisipasi oknum-oknum yang memanfaatkan momen penukaran uang tersebut untuk menjual kembali uang yang mereka tukarkan dengan harga di atas nilai uang ditukarkan kepada masyarakat.

Pihaknya yakin, jumlah uang yang disiapkan dalam kegiatan tersebut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang datang untuk menukarkan uang lamanya dengan uang baru, sehingga masyarakat diimbau tidak perlu khawatir tidak mendapat bagian.



Sumber: Suara Pembaruan