Mahasiswa Jadi Joki, UGM akan Berikan Sanksi Terberat

Mahasiswa Jadi Joki, UGM akan Berikan Sanksi Terberat
Ilustrasi Universitas Gadjah Mada. ( Foto: ugm.ac.id )
Fuska Sani Evani / JEM Kamis, 23 Mei 2019 | 15:24 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Empat tersangka pelaku kecurangan tes masuk Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) atau joki diamankan kepolisian setempat dan diduga dua di antaranya adalah mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kepala Bagian Humas Dr Iva Ariani, UGM menyatakan jika benar dan terbukti keduanya adalah mahasiswa UGM dan memiliki kartu mahasiswa resmi, maka universitas akan menindak tegas.

Iva mengungkapkan dari dua orang yang berinisial RD (18) dan IM (19) yang diduga merupakan mahasiswa Teknik Elektro dan Ilmu Gizi UGM, hanya satu nama yang datanya sama dengan data mahasiswa UGM.

"Dari dua nama yang diduga melakukan perjokian, hanya satu nama yang datanya sama dengan data mahasiswa UGM," terangnya, Kamis (23/5/2019).

Iva mengungkapkan jika pihaknya sudah melakukan klarifikasi terkait nama-nama diduga mahasiswa UGM tersebut.

Sampai  saat ini, tim etik UGM masih melakukan pendalaman. Nantinya ketika hal tersebut terbukti merupakan mahasiswa UGM, maka pihak UGM akan mengeluarkan sanksi terberat hingga pemecatan.

"Pada prinsipnya UGM akan memberikan sanksi tegas kepada seluruh civitas akademika UGM yang terbukti melakukan tindak pelanggaran kesusilaan. Sanksi terberat yakni dikeluarkan dari kampus," terangnya.

Rektor UGM, Prof Panut Mulyono menambahkan, segera akan memastikan hal itu.

Berdasarkan pernyataan Rektor UM Surabaya, Sukadiono, usai petugas mengamankan para joki tersebut, dua mahasiswa UGM mengaku berasal dari program studi Teknik Elektro dan Ilmu gizi.

Mendengar informasi tersebut, Rektor UGM Panut Mulyono, pihaknya belum dapat memastikan apakah dua mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa UGM.

"Saya belum tahu, saya baru dapat WhatsApp dari teman katanya ada mahasiswa UGM yang jadi joki. Belum saya cek, karena belum ada pemberitahuan, baru saja ini dapat kabarnya," ujarnya

Panut mengaku pihaknya juga belum mendapatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) baik dari kepolisian maupun dari perguruan tinggi yang bersangkutan.

Namun pihaknya akan berkoordinasi dengan Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan UGM untuk memastikan dan mencari tahu apakah dua mahasiswa yang menjadi joki itu merupakan mahasiswa UGM.

“Tapi karena kami sudah tahu berita itu, dari UGM akan proaktif untuk mencari informasi," lanjutnya.

Diketahui, RD (18) dan Inam (19) yang merupakan mahasiswa Teknik Elektro dan Ilmu Gizi UGM diamankan saat bertindak sebagai joki ujian masuk perguruan tinggi. Bersama keduanya ditangkap pula beberapa orang lainnya dari ITB dan seorang alumni SMA Negeri Kediri Jawa Timur.

Para pelaku sendiri saat diinterogasi pihak UMS menyatakan mendapatkan upah Rp 5 juta. Uang tersebut diakui digunakan untuk membiayai kuliah masing-masing.

Rektor UGM menegaskan, prinsipnya setiap mahasiswa UGM yang terbukti melakukan pelanggaran tata perilaku mahasiswa yang ada di UGM, maka dipastikan mahasiswa tersebut akan dikenai sanksi.

Namun pemberian sanksi tersebut tergantung pada kategori pelanggarannya.



Sumber: Suara Pembaruan