LIPI Gali Sejarah Kebun Raya Bogor untuk Jadi Situs Warisan Dunia

LIPI Gali Sejarah Kebun Raya Bogor untuk Jadi Situs Warisan Dunia
Peserta Focus Group Discussion KRB Terdaftar di Daftar Sementara Warisan Dunia, di Kebun Raya Bogor (KRB), Kamis (23/5/2019). Ini merupakan salah satu upaya LIPI mengumpulkan bukti ilmiah, sejarah yang bisa memperkuat posisi KRB sehingga bisa ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO. ( Foto: Beritasatu Photo / Vento Saudale )
Vento Saudale / JAS Kamis, 23 Mei 2019 | 16:18 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama para mitra sedang mengumpulkan bukti ilmiah, sejarah yang bisa memperkuat posisi Kebun Raya Bogor (KRB) sehingga bisa ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO. Jika bukti dan fakta sejarah dapat dikumpulkan dan terungkap, KRB bisa berusia sekitar 500 tahun dan berpotensi menjadi kebun raya tertua di dunia.

Saat ini kebun raya tertua di dunia dipegang Padua Botanic Gardens, Italia yang berusia 474 tahun. Sedangkan Kebun Raya Bogor baru saja merayakan hari ulang tahunnya ke-202 tahun.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Enny Sudarmonowati mengatakan, inisiasi pengusulan KRB menjadi situs warisan dunia dimulai sejak 25 September 2017. Saat ini pihaknya berupaya untuk menyusun voluntary submission yang harus diserahkan pada September 2019. Setelah itu, akan ditelaah dan dikembalikan jika ada perbaikan.

Saat ini KRB, baru terdaftar di daftar sementara warisan dunia UNESCO. Tim pengusul sedang mengumpulkan bukti-bukti sejarah dan ilmiah untuk disampaikan dalam voluntary submission.

"Kalau prosesnya lancar kita berharap di tahun 2021 bisa dikukuhkan UNESCO. Kita kumpulkan budayawan, sejarawan untuk ungkap apakah usia KRB bisa sampai 500 tahun," katanya dalam focus group discussion "KRB Terdaftar di Daftar Sementara Warisan Dunia", di KRB, Kamis (23/5/2019).

Menurut Enny, dalam voluntary submission apabila terbukti dari fakta sejarah dan ilmiahnya, KRB bisa mengalahkan Padua Botanical Garden tertua dunia yang merupakan kebun raya yang mewakili kolonial Inggris. KRB sendiri mewakili kolonial Belanda.

Bahkan, keberadaan KRB diduga berasal dari kawasan hutan samiddha (hutan buatan) zaman kerajaan Pajajaran sehingga berpotensi sebagai kebun raya tertua di dunia.

Di samping itu penyusunan voluntary submission harus pula membuat komparasi dengan kebun raya lain di dunia. KRB merupakan pusat riset botani tropika dunia yang melahirkan lembaga-lembaga penelitian lainnya di Indonesia termasuk LIPI.

"Kebun Raya Bogor juga menjadi pusat aklimatisasi kelapa sawit sebelum disebarluaskan ke seluruh dunia dan menjadi komoditas perkebunan yang penting hingga saat ini," ucapnya.

KRB saat ini punya koleksi biji tumbuhan hampir 2,3 juta. Koleksi tanaman 12.350, koleksi anggrek 9.918. Umur tanaman pun ada yang lebih dari 100 tahun.

Selain itu, KRB juga menjadi pusat riset biologi tropis dunia bagi banyak ilmuwan yang datang melakukan riset di laboratorium Treub. Bahkan ada yang sudah menemukan hormon pertumbuhan Auksin oleh Prof Fritz Went. KRB juga melahirkan sekitar 34 lembaga.



Sumber: BeritaSatu.com