Kerusuhan 6 Tewas, Ombudsman Bakal Panggil Polri
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kerusuhan 6 Tewas, Ombudsman Bakal Panggil Polri

Kamis, 23 Mei 2019 | 19:37 WIB
Oleh : Fana Suparman / MPA

Jakarta, Beritasatu.com- Ombudsman Republik Indonesia (ORI) bakal memanggil dan meminta keterangan jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terkait prosedur pengamanan demonstrasi pasca-penetapan hasil Pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa (21/5) dinihari.

Diketahui, terdapat sedikitnya enam orang meninggal dunia saat terjadi kericuhan di depan kantor Bawaslu dan kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Selasa (21/5) malam hingga Rabu (22/5) pagi.

"Dalam waktu dekat Ombudsman ingin mendengar keterangan dari pihak kepolisian di dalam rangka menjaga keamanan pasca-pemilu kita tahu baru kemarin kejadiannya," kata Anggota ORI, Ombudsman, Ninik Rahayu dalam acara Ngabuburit Bareng Ombudsman di Kantor ORI, Jakarta, Kamis (23/5).

Ninik menjelaskan, permintaan keterangan terhadap jajaran kepolisian ini penting lantaran, Polri sebelumnya memastikan tidak menggunakan peluru tajam dalam menghadapi aksi demonstrasi pasca-Pemilu. Pernyataan itu dipertegas Menko Polhukam, Wiranto dalam konferensi pers yang menyebut hanya membekali petugas dengan peluru hampa dan karet. Namun, faktanya, terdapat peserta demonstrasi yang meninggal dunia.

"Perlu kita mendengar, kalau hanya menggunakan peluru hampa dan peluru karet kenapa jatuh korban. Protap seperti apa yang digunakan karena bagaimana pun sudah adanya yang meninggal dunia," katanya.

Ninik mengatakan, terdapat tiga jenis amunisi, yakni amunisi hampa, amunisi karet dan amunisi tajam. Masing-masing amunisi memiliki magazin sendiri-sendiri. Selain itu, penggunaan amunisi memiliki prosedur tersendiri. Amunisi hampa dipergunakan petugas untuk menghalau demonstran, sementara amunisi karet dipergunakan saat terjadi kericuhan.

Ninik menekankan, amunisi karet sebenarnya tidak mematikan meski dilepaskan dalam jarak dekat, kecuali terkena bagian mata. Sedangkan magazin yang menggunakan peluru tajam dipergunakan saat petugas merasa terdesak dan mengancam dirinya.

"Mudah-mudahan ini juga jadi perhatian bagi aparatur keamanan untuk memberikan perhatian secara khusus bagaimana sebetulnya protap penggunaan senjata di dalam menjaga keamanan pada saat ada demonstrasi," katanya.
Dalam kesempatan ini, Ninik mewakili Ombudsman menyampaikan belasungkawa terhadap keluarga korban. Peristiwa ini, kata Ninik menyisakan duka terutama bagi keluarga yang ditinggalkan.

"Fenomena ini tentu memberikan keprihatinan bagi kita semua dan menyisakan duka. Dan kami ingin menyampaikan belasungkawa bagi keluarga yang ditinggalkan," ungkapnya.

Tak hanya mengenai protap penggunaan senjata, Ninik menuturkan, Ombudsman sebenarnya telah melayangkan surat kepada Kapolri, Jenderal Tito Karnavian pada 21 Mei. Dalam surat tersebut, Ombudsman meminta aparat kepolisian tidak menggunakan atribut atau simbol keagamaan tertentu dalam menjaga keamanan saat demonstrasi.

"Bukan berarti juga tidak boleh menggunakan cara persuasif kepada demonstran tetapi tidak menggunakan simbol identitas keagamaan tertentu," katanya.

Anggota ORI lainnya, Adrianus Meliala menambahkan, permintaan keterangan terhadap jajaran kepolisian dilakukan pihaknya lantaran kepolisian merupakan pihak yang melakukan kontak senjata dengan perusuh. Sementara, Wiranto sebelumnya menyatakan, anggota kepolisian tidak membawa senjata api dalam menangani demonstrasi di depan kantor Bawaslu. Untuk itu, kata Adrianus, permintaan keterangan terhadap pihak kepolisian ini untuk memastikan enam orang yang meninggal dunia itu disebabkan peluru tajam atau peluru karet.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sistem Satu Arah Tol Trans Jawa Diusulkan Situasional

Djoko menilai tidak perlu adanya sosialisasi yang masif kepada masyarakat karena khawatir hal itu malah menyebabkan penumpukan kendaraan.

NASIONAL | 23 Mei 2019

Polri: Simpatisan ISIS Tunggangi ‎Aksi Unjuk Rasa

"Dua tersangka tersebut, mereka memang berniat untuk berjihad pada aksi unjuk rasa (Unras) tanggal 21 dan 22 Mei," kata M Iqbal.

NASIONAL | 23 Mei 2019

Tangani Sengketa Pemilu, MK Jamin 100 Persen Independen

Menurut Anwar, independensi MK telah terbukti dalam sejumlah proses penanganan Pemilu.

NASIONAL | 23 Mei 2019

Kasus Ujaran Kebencian, Dosen USU Dihukum Percobaan

Dia menulis bahwa serangan bom di Surabaya tahun lalu adalah sebuah pengalihan isu.

NASIONAL | 23 Mei 2019

Proyek Cikarang Bekasi Laut Terkendala Masalah Lahan

Lokasi yang direncanakan untuk pembangunan terminal CBL masih belum mendapatkan rekomendasi tata ruang dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang.

NASIONAL | 23 Mei 2019

Pemudik Diminta Lewat Jalur Selatan

Selain karena kualitas jalan, pemandangan yang disajikan cukup menawan, dari areal persawahan, perbukitan, perkebunan kelapa, hingga pantai.

NASIONAL | 23 Mei 2019

Polri: Kelompok Pemilik Senpi Tunggangi Aksi Unjuk Rasa

Kelompok ini memiliki senpi dengan alat peredam.

NASIONAL | 23 Mei 2019

Selain MotoGP, Indonesia Jajaki Gelar Balap F1

Ajang F1 juga dianggap tepat untuk semakin memperkuat citra tersebut mengingat saat ini pemerintah juga sedang menyiapkan Sirkuit di Mandalika.

NASIONAL | 23 Mei 2019

Bangsa Indonesia Bangga terhadap Polri dan TNI

Meski dalam kondisi tertentu aparat bisa menggunakan senjata api, namun saat menghalau aksi 22 Mei lalu aparat Polri dan TNI tidak menggunakan itu.

NASIONAL | 23 Mei 2019

Perkara GWP, Pakar Hukum: Eks Kreditur Tak Bisa Menagih Lagi

"Eks anggota kreditur sindikasi tidak bisa lagi menagih secara parsial setelah seluruh piutang sindikasi terjual melalui PPAK.”

NASIONAL | 23 Mei 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS