Advertorial

Pelayanan LRT Palembang Selama Lebaran Akan Ditingkatkan

Pelayanan LRT Palembang Selama Lebaran Akan Ditingkatkan
LRT Palembang. ( Foto: Istimewa )
Anselmus Bata / AB Kamis, 23 Mei 2019 | 22:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menjelang Lebaran tahun ini, pelayanan dan pengoperasian light rail transit (LRT) di Palembang, Sumatera Selatan akan ditingkatkan. Peningkatan layanan dilakulan dengan memperbaiki sinyal atau jaringan, rel, waktu tempuh, serta sarana lainnya. Jumlah kereta pun ditambah dari enam menjadi delapan kereta.

Demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat melakukan rapat bersama jajaran Direktorat Jenderal Perkeretaapian serta melakukan ramp check bus rapid transit (BRT) Trans Musi, pembagian life jacket dan lifebuoy kepada pengemudi kapal sungai dan sosialisasi keselamatan pelayaran di stasiun, halte BRT, dan Dermaga 16 Ilir Ampera.

"Seperti diketahui selama 11 bulan ini kita masih uji coba, jadi kita baru operasikan enam kereta dan nantinya kita akan operasikan delapan kereta. Banyak hal kita lakukan perbaikan, oleh karena itu kita akan rencanakan di bulan Juni akan lakukan suatu operasi yang level of service-nya jauh lebih baik dari sekarang," tutur Menhub Budi Karya melalui keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Kamis (23/5/2019).

Menhub menuturkan,"Kalau sekarang headway-nya (waktu tunggu kedatangan) masih di atas 30 menit, nanti kita akan tekan jadi hanya 15 menit dengan kereta yang lebih rutin jadwalnya dan lebih banyak. Kemudian waktu tempuh dari ujung ke ujung tadinya 62 menit, nantinya bisa sekitar 42 menit. Ini akan jadi satu standar yang kita buat sedemikian ketat."

Lebih jauh menhub menyatakan,"Waktu juga saya minta diinventarisasi. Pagi dari jam 06.00 sampai jam 21.00 itu pengoperasian yang paling ramai, maka suplai dari LRT harus dipastikan juga banyak. Sore juga demikian, sehingga kebutuhan masyarakat di waktu-waktu puncak bisa ditekan dengan headway lebih pendek, dan waktu tempuh yang tinggi. Sementara di jam-jam kosong, headway bisa dibuat lebih longgar."

Selain peningkatan operasional LRT, Kementerian Perhubungan juga memberikan dukungan kepada pemerintah daerah untuk mengatur integrasi transportasi antarmoda agar menjadi lebih baik. Salah satunya dengan menambahkan angkutan antarmoda seperti bus damri, BRT (Transmusi), dan angkutan sungai pada daerah-daerah yang merupakan pergerakan utama.

"Jadi Palembang ini sebenarnya antarmodanya lengkap karena ada angkutan air, kalau tempat lain jarang seperti ini. Saya bersama wali kota Palembang bersama-sama dengan pihak terkait akan mengatur antarmoda agar lebih bagus. Saya sampaikan pemerintah pusat akan mendukung pemerintah daerah untuk melakukan survei big data di mana daerah-daerah yang merupakan pergerakan utama, nanti disitu akan kita tambah angkutan-angkutan," ujar Menhub Budi.

Peningkatan operasional LRT dilakukan mulai Juni dan akan dilakukan evaluasi setelah dua minggu sampai satu bulan. Menhub berharap pengoperasian LRT secara penuh akan meningkatkan okupansi dari 30 persen menjadi 60 persen selama enam bulan ke depan.

Pada kesempatan yang sama, Budi Karya Sumadi juga memberikan life jacket kepada pengemudi kapal sungai di Dermaga 16 Ilir Ampera. Hal ini sesuai dengan komitmen Kementerian Perhubungan untuk selalu mengingatkan masyarakat akan pentingnya keselamatan dan keamanan dalam setiap moda transportasi. Nantinya, Dermaga 16 ilir akan dikembangkan dengan penambahan jumlah dermaga angkutan sungai dan pembangunan jembatan dalam rangka pembangunan kawasan 16 Ilir Kota Palembang.

"Dermaga 16 ilir ini akan kita kembangkan, akan ada beberapa dermaga, juga ada SPBU di sini. Harapannya di sini akan nyaman untuk orang dari daerah datang ke sini dan sebaliknya. Di sini nanti kita juga akan bangun jembatan, jadi nanti orang dari dermaga yang akan ke bandara bisa naik langsung ke atas (stasiun LRT Ampera)," pungkas Menhub Budi Karya.

Dalam kunjungannya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi didampingi Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri, Direktur Prasarana Perkeretaapian Zamrides, Direktur Angkutan dan Multimoda Ahmad Yani, serta Wali Kota Palembang Harnojoyo.



Sumber: BeritaSatu.com