Ambulans, Modus Baru Perusuh Kelabui Polisi

Ambulans, Modus Baru Perusuh Kelabui Polisi
Ambulans yang digunakan membawa batu. ( Foto: Istimewa )
Farouk Arnaz / HA Jumat, 24 Mei 2019 | 17:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mabes Polri memastikan jika dua ambulans yang disita polisi adalah sarana yang digunakan perusuh untuk mengelabui aparat keamanan. Dua ambulans itu masing-masing milik Partai Gerindra dan Gerakan Reformis Islam (Garis) Cianjur.

“Satu ambulans (milik Garis) lokasinya di sekitar Bawaslu. Berisi uang, busur panah, bambu runcing dan mengangkut massa masuk menerobos petugas dan memprovokasi massa. Ini di-setting melakukan kerusuhan,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jumat (24/5/2019).

Jika dalam kasus ambulans Gerindra ada lima tersangka, maka dalam kasus ambulans Garis ada dua tersangka. Garis adalah organisasi Islam yang disebut polisi sebagai pendukung Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS.

Baca juga: Ini Kronologi Polisi Sita Ambulans Berlogo Gerindra Berisi Batu

Mereka diketahui juga kelompom pendukung calon presiden Prabowo Subianto. Bahkan saat Prabowo berkampanye di Cianjur pada Maret lalu dia menggunakan mobil Toyota Alphard warna hitam bernomor polisi B 264 RIS yang diketahui milik Chep Hermawan, ketua umum Garis.

“Makanya saya sampaikan ke penggiat kemanusiaan (yang murni) jangan sampai disusupi. Berkoordinasilah dengan aparat kepolisian dan aparat keamanan lainnya. Biar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” tambah Dedi.

Baca juga: Didatangi Dompet Dhuafa, Polri Kisahkan Ambulans yang Disalahgunakan



Sumber: BeritaSatu.com