Polisi Selidiki Viral Video Oknum Brimob Pukuli Pendemo

Polisi Selidiki Viral Video Oknum Brimob Pukuli Pendemo
Brigjen Pol Dedi Prasetyo.
Farouk Arnaz / JAS Jumat, 24 Mei 2019 | 17:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mabes Polri tak langsung mengakui apalagi meminta maaf terkait sejumlah foto dan video yang beredar terkait dugaan oknum anggota Brimob yang menggebuki massa pendemo.

“Kita berkoordinasi langsung dengan Ditsiber untuk meneliti kembali video tersebut termasuk beberapa narasi yang sifatnya perlu kita klarifikasi lagi. Nanti hasilnya kita sampaikan apabila ada data yang jelas dari proses investigasi Ditsiber,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jumat (24/5/2019).

Makanya, masih kata Dedi, mereka belum berani memastikan kapan video itu diambil, apa kejadian sebenarnya, dan di mana serta siapa saja yang terlibat. Semua itu menurutnya perlu klarifikasi.

“Ditsiber akan menganalisis secara komprehensif. Saya belum bisa menyampaikan sebelum ada proses pembuktian penelitian secara ilmiah,” tambahnya.

Saat disinggung jika sebenarnya bukan pendemo saja yang dipukuli melainkan beberapa wartawan juga, Dedi mengatakan itu juga akan didalami.

“Khusus rekan jurnalis saya sudah berulang kali sampaikan, saya juga buat TR arahan, dan saya sudah berkoordinasi dengan pemred kemudian IJTI, PWI, dan Dewan Pers dalam rangka memitigasi manajemen risiko,” imbuhnya.

Harus ada tanda pengenal yang jelas kemudian harus ada komunikasi di awal. Apa tanda pengenal yang disepakati itu misalnya pita merah putih dan ketika ada kesepakatan maka kabid humas menyampaikan ke kapolres yang akan memberi tahu pasukan.

“Kita menunggu laporannya (dari jurnalis yang dipukuli). Propam akan menyelidiki. Saya mencari solusi terbaik dalam rangka tidak ada lagi seperti itu,” kilah Dedi saat ditanya jika aksi kekerasan pada wartawan itu selalu dipicu saat oknum aparat meminta tidak direkam.



Sumber: BeritaSatu.com